Gatel
juga tangan gue untuk mengomentari beberapa pernyataan-pernyataan tentang
kemenangan Italy. Baik yang berupa omongan
ataupun di blogs. Dan, gue juga bingung mau mulai darimana.
Zidane, memang dia adalah pemain terbaik dunia. Dia adalah panutan bagi para
pecinta sepakbola dan semua insan sepakbola diseluruh dunia. Dia adalah icon
persepakbolaan Prancis. Dialah yang membawa Prancis ke tahta tertinggi dunia
pada tahun 1998 dan juga Eropa di tahun 2000.
Jujur. FYI, pada saat gue nonton bareng sama anak-anak di Pusat Kebudayaan Italy pas final kemaren temen
gue,Rini, nebak kalo Materazzi akan nyetak gol. Dan gue nebak Zidane akan kartu
merah *konyol memang* but, feeling gue emang mengatakan seperti itu. Pada saat
Materazzi gol-in semua temen-temen gue memberi selamat ke Rini atas tebakannya
itu. Awalnya dia nggak tahu yang namanya Materazzi. Dia cuma bilang yang
jangkung, banyak tatto.
Mungkin benar kita semua nggak akan tahu kalau tidak ada tayangan ulang itu.
Dan, memang dalam permainan tingkat tinggi seperti itu semua bisa saja terjadi.
Dan, Zidane melakukan satu kesalahan. Dia menanduk dada Materazzi, dan
perbuatan seperti itu sangat tidak sportif. DAN TIDAK DAPAT
DIBENARKAN !!!
Gue menghormati Zidane, tapi bukan sekali ini Zidane seperti itu. Dia juga
punya rapor buruk dengan kartu merah. Sebagai catatan ZIDANE juga pernah
melakukan tindakan serupa pada tahun 2001, saat membela Juventus. Dan,
Zidanepun harus dihukum 5 pertandingan. Lalu pada Piala Dunia 1998 saat dia
tidak sengaja menginjak dada pemain Arab Saudi dan dihukum 2 pertandingan.
Mau menyalahkan Materazzi atas tindakannya. Entah ada yang bilang karena dia
megang-megang 'tete' Zidane seperti yang gue baca disini . Atau yang gue baca di
koran pagi ini, Materazzi mengatai Zidane teroris. GO FOR IT.... Salahkan Materazzi. TAPI, JANGAN
PERNAH MENYALAHKAN ITALY ! Please, sepakbola bukan
permainan individu. Italy tak hanya Materazzi dan Prancis tak hanya Zidane
(kalo yang ini gue ragu, soalnya pelatih Prancispun sampai mengatakan
setidaknya kalau ada Zidane saat penalti dia yang ngambil) trus kalaupun dia
gol-in sementara penendang lainnya ada yang gagal. Sama aja kan? So, terus aja mencari
pembenaran !
Italy sudah berjuang meraih gelar
itu dengan susah payah. Mereka tertatih-tatih karena Zambrotta cedera
diawal-awal partai Piala Dunia, Nesta cedera saat melawan Rep. Ceska dan tidak
bisa bermain hingga final, pelanggaran Materazzi yang tidak sepantasnya
mendapat kartu merah saat melawan Australia dan terakhir mesti bersusah payah
hingga extra-time babak ke-2 saat melawan tuan rumah Jerman dan tekanan
suporter tuan rumah.
Jadi, gue disini cuma memberikan pandangan gue terhadap itu. Gue selalu
menghormati Zidane dengan permainan indahnya, prestasinya baik ditingkat klub
maupun tim nasional. Sebagai pemain bertingkat tinggi. But, sekali lagi
sepakbola itu permainan tim. Italy memberi contoh yang baik buat
Prancis. Dimana mereka mesti kehilangan Nesta yang merupakan palang pintu
tangguh Italy.
Perjuangan Italypun patut mendapat acungan jempol. Buffon selalu berusaha
dengan segala upaya untuk mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Cannavaro
selalu ada disetiap sudut lapangan untuk menjaga daerah pertahanan Italy. Pirlo tak kenal lelah
menjelajah seluruh sisi lapangan untuk mencari celah dipertahanan lawan. Dan,
semua yang berjuang mati-matian untuk gelar yang terakhir mereka raih tahun
1982.
Sungguh kekanak-kanakan mengklaim Italy tak pantas juara hanya
gara-gara Zidane kartu merah.
gambar :
http://fifaworldcup.yahoo.com
  
 | tim perancis kuat karena zidane. itu tidak dapat disangkal. sedikiittt saja lebih bersabar, meski "panas"nya pertandingan di arena, dan zidane gak nyeruduk, gw yakin perancis bakal menang. itulah hebatnya Lippi, mampu membangun mental2 atlit italy ini untuk tetap struggle di lapangan.. |
 | kemenangan yang tidak sempurna menurutku... just my humble opinion... |
 | berapi-api sekali windu membela gli azzuri........kalo saja gli azzuri mengenal windu..pasti deh diundang ke roma untuk ikut ngerayain "sukses"nya Italy...... |
 | tapi, sundulan zidane mantap bangett boowww....!! dikenang sepanjang masa!! hidup zidanee!! |
 | hihihi...ini blog bagian 'pembela' italy...:P
*pengamatkisruhzidanediMP :P* |
 | hidupp zidanneeee!!!!!!!! *hihihih, windu pasti kesel sm gw viva zidane teruss* |
 | tapi seandainya *seandainya lho...* dikemudian hari terungkap kalo penyebab sundulan itu ternyata karena matterazi mengeluarkan kalimat yg berbau rasis atau menghina agamanya zidane dan zidane lebih memilih untuk membela agamanya dengan resiko kehilangan nama besarnya, pendapat kamu gimana ndu ???....kaya seseorang pernah bilang gini : "gue emang jarang inget tuhan gue, tapi jangan coba-2 luh ngehina agama gue gue libas luh...." |
 | emang matterazi mengata-ngatai zidane yang sifatnya SARA? reipras, ati2 loh...opini "seandainya" di atas itu bisa memprovokasi orang lain :) |
 | news update :
sisi zidane :
"He told me Materazzi said something very serious to him, but he wouldn't tell me what," Alain Migliaccio told BBC Five Live Sport.
"Zinedine didn't want to talk about it but it will all come out in the next week," he added.
>>> kita tunggu minggu depan
sisi Materazzi :
"I spoke to him briefly after the game," said Materazzi senior, a former Coach of Bari. "Marco had told me he had been provoked. It's as though they have something against him each time.
"I don't want to be controversial, but there are things that have to be said instead of just pointing the finger and putting a black mark against someone."
|
 | kita liat aja akhirnya nanti.....ini sepakbola semua orang harus menghormati hasilnya...terlepas dari proses yg mengantarkannya.....selamat buat windu yang memang gue tahu banget sejak awal adalah tifosi berat gli azzuri, sampe dibela-belain nyeruduk motor orang segala...hehehehehehe....... |
 | MENURUT GUE SIAPAPUN YANG MENANG...DI WORLD CUP 2006...TIM TERSEBUT PUNYA MENTAL JUARA..
KARENA, - YA ITU - SEORANG PEMENANG BUKAN BERARTI HARUS PALING JAGO BERMAIN BOLA, TAPI PEMENANG ADALAH ORANG YANG PUNYA "MENTAL JUARA" (GAK GAMPANG TERPROVOKASI, GAK GAMPANG EMOSIAN DAN BUKAN HANYA BISA MENGENDALIKAN BOLA DI LAPANGAN...TAPI YANG TERPENTING ADALAH MENGENDALIKAN DIRI SENDIRI...) |
 | kalah ya kalah.
di lain pihak setiap orang bisa salah kok. dan itu sudah selesai dengan keluarnya kartu merah. kalau itu dikait-kaitkan dengan tidak mulusnya gelar yang diraih italia kok terdengar naif ya? seperti anak kecil yang tak bisa legawa menerima kekalahan.
intinya, secara mental dan adu pinalti "la france a perdu..." perancis kalah. |
 | hahahaha... nontonnya di Pusat Kebudayaan Italy.... wah barengan lakinya Anggie dunks! Gw bingung nie... kenapa sih banyak banget yang benci sama Italy...? (padahal gw pun gak demen sama Jerman dan Brasil hihihi...). Kayaknya gak rela banget gitu... Italy menang. Padahal kalo diliat, permainan mereka bagus. Kalo dibanding Prancis, sebenernya kekuatan Italy lebih merata. Ini mungkin yang bikin Prancis kelimpungan saat Zidane keluar...Padahal keluarnya di 10 menit terakhir sebelum kelar lho. Itali itu unggul secara tim. Beda dengan brasil yang hebat secara individu tapi begitu disatuin jadi ajaib. Liat aja gol-gol itali, 12 golnya itu dibuat dari 10 pemain. Artinya semua pemain kemampuannya bisa jadi sama. Ngomongin sandiwara dan diving, plisss deh..semua negara yang bolanya maju, juga sering melakukan itu. Pada lupa ya sama portugal...? Jerman pula.... sekali lagi JERMAN di FINAL PD 90.... DIVINGnya Voeller. Lagipula, pinalti prancis kemaren rada kontroversi pula kok. Lagian apa iya, semua pinaltinya Itali itu dianggap diving...? Emang juga aturan FIFA sekarang udah lebih keras kok soal pelanggaran2 ini. Makanya banyak kartu dan hukuman pinalti. Dibanding piala-piala yang lalu, menurut gw permainan itali sekarang jauh lebih fair kok.... Lebih asik pula ditonton gak monoton. Soal Prancis... ya, sudahlah.. udah dua kali dalam satu dekade ini dia pegang piala dengan skuad yang sekarang dibawa ke Jerman. Soal MAtterazzi.. gw setuju banget kalo dia dihukum jika terbukti berkata rasis...! dienyahkan kalo perlu dari persepakbolaan. Tapi pliss deh.. berlaku adil lah dengan 21 orang lainnya di timnas Italy.... |
 | Ya itulah .... ada yang mengatakan cinta gue buta terhadap Italy. Buta darimana? Semua orang berhak mencintai negara yang mereka pilih di Piala Dunia ini. Dan, dari awal gue emang dukung ITALY... banyak saksinyaa *halah* ... perjalanan mereka dari awal hingga final ga luput dari pandangan gue. Dan, gue setuju sama ucapan lo kalo permainan Italy jauh lebih bagus dan enak ditonton. Sekarang keliatan belangnya kan, kalo PRANCIS = ZIDANE. Jadi, kalo Zidane out ya bye-bye France. IRONIS! Berarti ke-22 pemain lain dianggap cuma pelengkap dengan Zidane sebagai kuncinya. Soal penalti gue juga sempet shock karena si MALOUDA itu bener-bener gak tau MALOU ... dari beberapa kali aksinya dikotak penalti terlihat jelas dia pura-pura jatuh. Tapi, apapun yang mereka katakan about it... gue ngga mau ambil pusing. Gue memang bereaksi, tapi itu tak menyurutkan dukungan gue akan Italy. Nggak akan gue berpaling hanya gara-gara kesalahan Materazzi... Semua telah berjuang. Meskipun harus ternoda dan menyimpan sedikit misteri dipartai final. anyway udah ada pengakuan Materazzi about it ... Dia menyangkal mengatakan Zidane terorrist. Tapi, dia memang mengakui kalo dia mengejek Zidane ... http://www.channel4.com/sport/football_italia/jul11b.html |
 | Menurut gue, 'partai final' yang sebenarnya adalah pas Italy vs. Jerman. Ini pertandingan paling hebat sepanjang World Cup tahun ini. Kejayaan Italy kelihatan banget di situ... betapa kuat mental mereka menghadapi 60 ribu suporter Jerman. Kalau Italy vs. Perancis sih, lebih ke pengesahan aja kalau mereka layak jadi juara. (Dari gue yang bukan fans italy tapi fans argentina yang berterima kasih pada Italy karena telah mengalahkan Jerman, si pembantai Argentina)
|
 | acmild wrote on Jul 17, '06, edited on Jul 17, '06 Yah, klo gw bilang kedua belah pihak (Materazzi & Zidane) sama-sama memiliki kesalahan. Materazzi tidak seharusnya mengeluarkan hinaan yang bersifat rasialis karena itu juga sangat tidak dibenarkan. Zidane pun seharusnya dapat bermain dengan lebih profesional dan lebih berkepala dingin. (tapi gimana ya klo kita sendiri yang mengalami penghinaan terhadap Ibu kita dan kepercayaan kita? Jawabannya ada dihati kita masing-masing).
Anyway, kemenangan Italy tetaplah sebuah kemenangan jangan dipermasalahkan hanya karena kesalahan individu (namanya juga PERSONAL FAULT :P ). Dan tetap dukung CLEAN FOOTBALL...!!! (^_^)
NB: - Cuma sekedar opini. |
| |