Tersayat lagi hatiku ini
Meninggalkan sebuah goresan
yang membekas hingga kini
Dan tak dapat kulupakan
Malam itu kuterbangun 'tuk menemuimu
Yang selalu mendendangkan sebuah lagu
Lagu yang selalu aku tunggu
Disetiap malam-malamku
Tapi, malam ini lain dari biasanya
Tak kudengar lagi suara indahmu dikejauhan
Akupun tak sabar dan tak kuasa untuk mencari tahu
Yang kudengar hanyalah suara tangisan
Kutemukan kau meratap sedih disudut ruangan
Terdiam membisu setelah hujan tangisan
Tanganku begitu ingin memeluk tubuhmu
Tapi, jendela berterali besi ini memisahkan kita
Ingin kucari cara untuk menerobos masuk
Mengajakmu keluar dari ruangan itu
Mendengarkan lagi senandung merdu suaramu
Tapi, kuurungkan semua khayalku itu
Karena, kulihat sosoknya kembali disampingmu
Sosok yang merenggut nyanyian malammu
yang selalu kutunggu
Windu Radityo (25 July 2006, 00:30)
-last part of my Trilogi Puisi gue-