"Hans,
bangun! Kamu kerja 'kan hari ini? Cepat mandi dan
sarapan! Sudah mama buatkan roti panggang isi coklat keju kesukaanmu 'tuh di
meja makan. ", suara mama sudah mengawali pagi ini.
Dengan
sedikit berat aku arahkan mataku ke jam dinding di atas meja kerjaku itu.
06.
50
"Hah
! Jam 7 kurang ??? ", hari ini 'kan ada presentasi dengan para
klien dari Nico Nico Intimo. Mereka mau membuat foto-foto swimsuit dan
diterbitkan di halaman khusus edisi akhir tahun nanti. Bisa kena tegur big boss
kalo begini caranya.
Tak
sampai 10 menit Hans sudah siap dengan kemeja lengan pendek, celana bahan
Executive yang hanya dipakai ketika ada meeting dengan klien dan juga sepatu
fantofel hitam satu-satunya. Sepatu fantofel yang hanya dipakai saat ujian
semester dulu, sidang skripsi dan acara meeting di kantor.
"Ma,
Aku berangkat dulu ya?", pamitnya ke mama tercintanya sambil terburu-buru
berlari ke arah garasi.
"Hey,
sarapan dulu donk, sayang?"
"Hans
ada meeting, ma? Nggak sempet."
"Segigit
aja, ayo. Mama udah bikinin kamu loch. Trus susunya juga jangan lupa diminum !
."
Akhirnya
Hans menghentikan langkahnya, berbalik ke arah meja makan tersebut. Memakan
roti panggang isi coklat keju kesukaannya dan menghabiskan susu putih tawar
sebagai pelengkap sarapan di pagi hari.
"Oke,
Ma! Nggak Aku abisin ya, Ma. Daaaaaaaaaaaaaaah.", Ia pun kembali berlari
menuju garasi. Kali ini Ia tidak membawa mobil, melainkan motor Kawasaki Ninja
berwarna hijau itu, yang digunakan hanya pada saat-saat genting seperti
sekarang ini. Ia mengambil helm yang tersimpan rapi di lemari perkakas di dalam
garasi, kemudian memanaskan motor sebentar dan sekejap kemudian sudah melesat
meninggalkan rumah.
Hanya
25 menit saja waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak dari rumah ke kantorku
yang berada di bilangan Sudirman. Jalanan juga tidak terlalu macet dan kalau
dengan motorku ini aku bisa dengan leluasa salip sana – salip sini. Setelah itu
kuparkirkan motorku di tempat biasa, tempat parkir khusus yang disediakan untuk
Mr. Hans dengan nomor polisi B 666 OK. Emangnya mobil si big boss aja yang
bisa mendapat perlakuan khusus. Hehehehehehehe.
Kulangkahkan
kaki menuju lift dan naik ke lantai 12A tempat kantorku berada. Suasana
dikantorku sudah ramai, karena kalau ada meeting dengan client seperti ini
semua pasti kebagian tugas. Mulai dari OB yang harus menyiapkan teh manis
hangat buat meeting, Rossa sang sekretaris bos yang harus datang lebih pagi
mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan, Benny yang harus mempresentasikan
lokasi untuk proses pemotretan dan big boss yang pastinya menyambut calon klien
baru.
"Hans!
Ke ruangan Saya sebentar!", Aku kenal suara itu, suara big boss. Waduh apa
gara-gara telat ? Kulihat kearah jam tanganku. Nggak ah, masih lebih awal 5
menit. Akhirnya kulangkahkan kaki menuju ruangan bos dengan pintunya yang
sedikit terbuka. Kulihat cutting sticker di pintu ruangannya. I'm the Boss !
Memang big boss yang satu ini tipe orang yang perfeksionis abis! Satu
kesalahan aja bisa membuat Dia memojokkan Anda dan keluarlah segala macam
kata-kata makian (tapi masih dalam taraf yang sopan).
"Kamu
tahu kenapa Saya panggil ke ruangan?"
"Ng-nggak,
Pak. Ada apa memangnya?"
"Bagaimana
persiapan meeting hari ini? Sudah siap semua 'kan?"
"Su-sudah,Pak.
Semua sudah Saya persiapkan."
"Ya
sudah kalau begitu, Saya hanya mau memastikan semuanya harus perfect karena
Saya nggak mau kehilangan klien gara-gara ada kesalahan. Ya sudah, kembali ke
mejamu dan sarapan kalau memang belum sarapan. Jam 9 nanti meeting kita
mulai."
"Baik,
Pak. Permisi.", aku pun meninggalkan ruangan angker itu. Kalau memang
ingin uji nyali mungkin bisa direkomendasikan untuk acara Dunia Lain atau
Uka-Uka. Coba saja kalau big boss lagi stress berat, trus Anda kebagian dalam
giliran masuk ke ruangan itu. Fiuhhhhhh …Di mejaku sudah ada Rossa.
"Pagi
Hans, gimana kemaren pemotretan sama Julia? Sukses 'kan ?"
"Ya
gitu deh, kok gue sih? Padahal niatnya gue kemaren 'kan pengen santai-santai di
rumah."
"Wah,
kalo urusan itu gue nggak tahu deh. Soalnya gue juga ditelpon Sabtu malem, trus
beliau maunya elo yang motret Julia dan gue langsung aja nelpon Benny untuk
memilih lokasi dan sekalian minta elo untuk pemotretan kemaren."
"Iya,
udahannnya sekarang badan gue pegel-pegel nih. Mana mesti nemenin belanja pu
….", tanpa disadari Hans keceplosan ngomong di depan Rossa yang juga
terkenal sebagai biang gosip itu.
"Jadi?
Elo kemaren abis pemotretan langsung nemenin Julia shopping-shopping ? Trus lo
ngapain aja Hans ? "
Duh,
kenapa juga gue bisa keceplosan ngomong kaya gitu. Damn !
"Ya,
Cuma nemenin dia belanja sebentar trus ngedrop dia di lobby hotel trus gue
balik."
"Kok
Cuma sampe lobby sih, kenapa nggak sampe kamarnya sekalian?"
"Udah
deh, Rossa. Gak usah mikir yang macem-macem. Gue tuh Cuma nemenin dia belanja
trus nganter Dia balik ke hotel, abis itu gue langsung balik! And nothing
happened !"
"Easy
boy-easy, jangan sensi gitu donk ah."
"Udah
ah, gue mesti nyiapin materi presentasi gue buat meeting ntar. Lo balik ke meja
elo gih sana. Pagi-pagi dah ngerusak hari
gue aja sih!"
Rossa
pun langsung ngacir kembali ke mejanya yang terletak persis di depan ruangan si
boss.