Blog Entry[sepenggal cerita] Ruang Uji NyaliAug 8, '06 2:52 AM
for everyone

Menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula memang sangat menyenangkan. Sambil berchit-chat ria via YM (Yahoo Messenger). Setelah meeting yang super-duper singkat  itu Aku pun segera curhat dengan Linda.

 

Hans : Hello, Lin. Lagi apa? Belum mandi deh pasti!

 

Linda : Huuuu … enak aja! Udah donk, Aku ‘kan biasa mandi pagi. Emangnya kamu.

 

Hans : Aku ? Kenapa emangnya? Aku juga mandi kok … Cuma emang agak siang mandinya.

 

Linda : Oya, nanti sore jadi ke rumah ‘kan ? Kebetulan mama hari ini mau bikin spaghetti loh!

 

Hans : Spagetti ? Sound’s great! Wah, kalo gitu Aku pasti datang ke rumah kamu! Di tunggu ya ?

 

Linda : Hmmm … kalo Aku nggak bilang Mama bikin spaghetti belum tentu dateng ya?

 

Hans : Nggak juga kok, lagipula Aku dah persiapkan semua DVD yang mau kupinjemin ke kamu untuk nemenin liburan kamu.

 

Linda : Makasih sebelumnya.

 

Hans : Sama-sama … terus ada rencana apa hari ini?

 

Linda : Nggak ada rencana apa-apa kok, paling bantu Mama bikin spaghetti terus mau baca-baca buku aja di kamar.

 

Tiba-tiba Hans dikejutkan oleh suara telepon di meja kerjanya. Suara diujung sana sepertinya Dia hafal di luar kepala. Siapa lagi kalo bukan si Miss Gossip.

 

“Hans? Lo di suruh ke ruangan Pak Raymond sekarang! Nggak pake lama ya? Soale ada yang mau dibicarakan ‘tuh, PENTING!”, belum sempat kujawab Rossa pun sudah menutup gagang telponnya. Kayaknya masih marah gara-gara kata-kataku di ruang meeting tadi. But, nevermind, ntar juga normal sendiri. Hans pun segera berpamitan sebentar dengan Linda.

 

Hans : Lin, Aku mau ke ruangan boss dulu ya? Di panggil nih, nanti kalo Aku dah selesai Aku Buzz ya?

 

Linda : Oke deh! See you later, Hans.

 

Hans segera menghabiskan kopinya, dan berjalan ke ruangan boss. Entah kenapa kalau memasuki ruangan Pak Raymond begitu banyak pikiran-pikiran yang menakutkan. Dan juga jarak antara mejaku dan ruangannya yang hanya sekian meter terasa seperti berjalan di jalan tiada ujung. Begitu jauh, begitu berat untuk melangkahkan kaki. Ketika sampai di depan ruangnnya Aku pun mengetuk pintu itu lagi.

 

“Masuk !”, Suara Pak Raymond yang memang berintonasi tinggi itu cukup membuat sport jantung.

 

“Ma-maaf, Bapak memanggil Saya?”, pertanyaan pertamaku ketika memasuki ruangan angker itu.

 

“Silahkan duduk, ada yang mau Saya bicarakan dengan kamu!”

 

Aku pun segera menarik kursi yang ada di depan meja kerjanya. Dan kemudian duduk berhadapan dengan Pak Raymond. Tanpa banyak basa-basi Ia pun segera membuka percakapan.

 

“Hans, kamu tahu ‘kan kalau yang datang tadi pagi itu merupakan klien penting?”

 

“Tahu, Pak.”

 

“Kamu juga tahu ‘kan kalau setiap tahunnya mereka selalu membantu kita dalam pembuatan edisi akhir tahun.”

 

“Tahu, Pak.”

 

“Dan kamu juga tahu kalau mereka itu salah satu pengiklan terbesar di majalah kita?”

 

“Iya, Pak.”

 

“LALU, KENAPA KAMU TIDAK TELITI DAHULU SEBELUM MELAKUKAN PRESENTASI TADI PAGI ???”

 

Suaranya yang begitu keras dan menggelegar membuat bulu kudukku merinding. Kalau dulu hanya bisa mendengar gossip yang beredar mengenai kemurkaan Pak Raymond ini, kali ini gue mendapat giliran untuk live show di dalam ruang angker ini.”

 

“KENAPA DIAM ?”

 

“Maaf, Pak. Saya akui memang itu kesalahan Saya. Saya memang lalai dalam mempersiapkan bahan meeting untuk tadi pagi. Sa …”

 

“SAYA TIDAK MAU TAHU dan TIDAK MAU DENGAR ALASAN KAMU !!!”

 

“Tapi, Pak …”

 

“TIDAK ADA TAPI-TAPIAN ! SEKARANG SAYA MAU WANITA YANG ADA DI FOTO KAMU ITU ADA DISINI BESOK PAGI !”

 

“….”

 

“JAWAB ! “

 

“I-Iya, Pak! Akan Saya usahakan!”

 

“Masa depan kamu ditentukan besok pagi! Sekarang kembali ke meja kamu dan lanjutkan kerjamu. Dan, tolong pintu ruangannya di tutup kembali.

 

“Baik, Pak!”

 

Dengan langkah gontai Aku pun keluar dari ruang angker itu, ruang untuk uji nyali. Di depan ruangan Pak Raymond terlihat beberapa karyawan melihatku keluar ruangan dengan tampang kusut. Seperti orang yang baru saja mendapat interogasi karena dituduh melakuan perampokan. Dan, dari kesemuanya itu tidak ada yang berani mengajakku bicara atau mendengar celotehku.

 

Hmmm … alasan apa yang harus kukatakan kepada Linda ya?

 

Bukan salahnya sih, Aku aja yang dengan bodoh tidak teliti.

 

Lamunanku dikejutkan oleh sebuah SMS.

 

“Hay Hans, lagi sibuk ya? Aku lagi ada di Bogor nih. Hm, fotografernya payah. Nggak professional, amatir beda sama kamu. Lagipula nggak co-operatif banget deh. Tapi, pemandangannya sih bagus banget Hans. (11:50, Julia)

 

Suasana hatiku yang sedang kacau ini membuatku tak menggubris SMS dari Julia. Aku malah duduk di ruanganku. Kuaktifkan winamp dan kupasang earphone  di telingaku. Kulihat beberapa offline messages dari teman-temanku dan juga Linda.

 

Linda :Gimana meeting sama bossnya? Jangan lupa makan siang ya, Hans? Tapi, jangan banyak-banyak ‘kan nanti sore mau makan spaghetti dirumahku. Aku tunggu ya?

 

Galuh : Bro, hari Minggu nanti ada kumpul-kumpul sama anak-anak IPA 2 di PS (Plasa Senayan, red). Dateng ya?

 

Benny : Hans, gue tadi abis hunting tempat. Tema kali ini kita bakalan ke Bali ya? Tadi gue dapet referensi tempat bagus untuk edisi akhir tahun kita di Bali. So, prepare ya!

 

Kemudian kudengar HP ku berdering berkali-kali.

 

Nama Julia yang keluar di layar HP ku. Tapi, malas sekali rasanya untuk mengangkat. Lagi nggak mood hari ini.

 

Sorry Julia, gue lagi nggak mood untuk ngobrol siang ini.


arienarien wrote on Aug 8, '06
yihaaaa.. Linda menang hari ini! *muLai terpikat duo Raymond Siregar dan Rossa*
winduradityo wrote on Aug 8, '06
Upss ... Ada anggota FPL disini *Fans Pendukung Linda* disini hihihihihihihi ,,, ya~ya~ya ... dengan rayuan spaghetti made in her mom's berhasil memikat Hans =P
gintsya wrote on Aug 8, '06
hiks..bang ben ada di bali rupanya. pantesannnn...hiks *sambil lirik sms*
winduradityo wrote on Aug 8, '06
koq di Bali si Gin? jelas-jelas itu yg dia kirim "offline" messages di YM .. dan Dia beberapa saat lalu *edisi yg lalu* selesai meeting bareng2 ... waduh2 ... wanita yg aneh *kaburrrrrrrrrrrrrr*
gintsya wrote on Aug 8, '06
oiya... short memory loss... *husshhh, ngelempar windu pake segenggam kacang*
winduradityo wrote on Aug 8, '06
enak aja kacang ... emangnya gue .... *ngelempar Gina pake kelapa!*
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help