Semilir hembusan angin menyentuh daun telingaku Terbaringku disini menatap langit biru Mengenang semua yang telah berlalu Sambil tersenyum kumenggapai bayangmu
Sekarang, aku terseret ke dalam suatu ruang Dimana yang ada hanyalah aku dan bayang-bayang Kuterdiam dan pikiranku seakan-akan melayang Mengingat semua yang membuatku mabuk kepayang
Perasaan benci, marah dan emosi mungkin terkuak Dikala aku menghilang diantara deburan ombak Sesaat kau berlari ke bibir pantai dan berteriak Sambil berharap bahwa ku tak pernah beranjak
Bayang samarmu menghilang di telan sang waktu Semua yang pernah terjadi terekam di dalam kalbuku Mungkin saja aku yang terlalu bodoh diam membisu Semua itu karena ku tak ingin mengucap kata berpisah untukmu
Aku tak pernah berharap untuk kau mengerti Terima kasih ku ucap atas semua yang telah kau beri Mungkin kau memang layak menjadi seorang bidadari Tapi, kau bukanlah bidadari untuk kumiliki