
Sabtu, 22 Maret 2008
Masih masuk shift sore jadi hari ini seperti biasa gue bangun siang. Orang rumah dah pada pergi dan gue pun ditinggal sendiri. Nah, sekitar jam 12-an gitu Mpok Wati yang biasa nyetrika dan beres-beres rumah dateng seperti biasa. Karena berangkat masih ntar-ntar an gue masih nyantai aja dikamar sambil main PS2 trus lanjut nonton kualifikasi F-1.
Kualifikasi F-1 kelar sekitar jam 2-an dengan Duo Ferarri didepan yaitu :
1. Massa2. Kimi3. Kovalainen
4. Hamilton
5. Trulli
Udah gitu gue pun siap-siap mau mandi. Ketika gue buka pintu depan buat ngambil handuk yang lagi dijemur gue melihat beberapa kejanggalan.
Pertama : Kandang burung yang ada didepan kamar belakang jatuh dengan makanan burung berserakan dimana-mana.Kedua : Kandang burung yang didepan pintu ruang tamu aman-tenteram dengan isinya (burung) yang sudah raib dan sebuah kursi kecil dibawahnya. Kursi itu emang ditaro didepan akuarium yang tak jauh dari kandang burung berada.Darrr!! Kontan aja gue menyimpulkan kalau ini adalah sebuah pencurian. Burung-burung milik bokap gue raib(tapi setelah dikonfirmasi ulang emang tinggal 1,yang dikandang samping emang nggak berpenghuni). Yah, kontan gue melaporkan hal tersebut kepada pemilik burung, yaitu bokap gue. Dan beliau secara tak langsung malah bingung dan malah negor balik
"Koq bisa? 'Kan kamu ada dirumah???"
Hello ... gue emang ada dirumah. Dan, gue sendiri juga bingung tuh maling hebat juga ya bisa nggak ketahuan dalam melakukan aksi nekatnya tersebut. Kamar gue emang terletak didepan, dan seharusnya kelihatan kalau ada yang berlalu-lalang. TAPI, siang itu gue masih belum buka jendela dan horden karena masih malas-malasan di kamar. Terus Mpok Wati juga nggak ngeh kalau ada pencurian tersebut karena beliau emang lagi sibuk nyetrika.
Mau gimana lagi, nasi sudah menjadi burung, eh, bubur. And tuh burung juga udah dibawa kabur. Tapi, sekaligus itu pelajaran buat gue untuk lebih hati-hati lagi meletakkan sesuatu di sekitar pekarangan rumah. Lapor sama satpam komplek juga nggak ada hasilnya, karena mereka yang ada malah nanya macem-macem tapi tidak menghasilkan.
Kepada si maling gue cuma bisa bilang SELAMAT, Anda berhasil mendapatkan seekor burung dengan sempurna. Nggak kebayang nasibnya tuh maling kalau-kalau kepergok sama gue terus dihakimi massa.