Blog EntryPetualangan 17 Jam (The Real Story)Apr 27, '08 6:45 PM
for everyone

Sabtu, 26 April 2008 – Hari ini mungkin menjadi bagian dari pengalaman hidup yang cukup menarik untuk dikenang dikemudian hari. Semua berawal dari rencana gue dan Vera yang sengaja datang dari Bandung untuk menonton bareng siaran langsung antara Chelsea vs Manchester United

.

 

NONTON BARENG CHELSEA v MAN UTD @ SCORE, CILANDAK TOWN SQUARE

Kedatangan Vey menggunakan travel Day Trans dari Bandung menuju Jakarta. Sampai di bilangan Karet sekitar pukul 16.30 . Gue yang baru keluar dari kantor bersama Dina menuju tempat Vey berada.  Dina yang tidak tahu-menahu akan kedatangan Vey pun cukup terkejut, karena gue emang mau bikin surprised buat dia. Waktu pertama kali kedatangan Vey ke Jakarta gue yang nggak dibikin surprised ketika Dina minta temenin ke bilangan SCBD buat ketemuan sama temennya. Dari situ Dina dan Vey gue suruh nunggu dibawah jembatan Cassablanca sedangkan gue sendiri memarkir motor gue dikantor. Setelah memarkir motor gue dikantor, gue pun langsung naik Kopaja P19 ke tempat mereka berada. Setelah menunggu beberapa saat kami pun naik Patas AC 57 dan turun di perempatan Lebak Bulus. Karena waktu yang mepet kami bertiga memutuskan untuk naik taksi daripada naik angkot untuk menuju Citos. Seperti yang gue prediksi macet pun terjadi di lampu merah perempatan Fatmawati menuju Citos. Nggak begitu lama sih. Ditambah pula hujan yang tiba-tiba mengguyur dengan derasnya.

18.50 (Waktu Indonesia Bagian Citos) gue sampai juga di Lobby Citos, dengan kondisi masih hujan deras kami pun langsung berlari kedalam begitu membuka pintu taksi. Kemudian kami langsung menuju Score. Di depan Timezone juga ramai karena ASTRO juga mengadakan nonton bareng Big Match Chelsea v Man Utd juga yang gratisan. Sebelum masuk Score gue dan Vey ganti kostum terlebih dahulu dimana dia mengenakan Jersey Man Utd no. 10 dengan nama ROONEY sedangkan gue no. 7 dengan nama RONALDO. Setelah itu baru deh bergabung dengan fans Chelsea dan Man Utd yang sudah terlebih dahulu hadir disana.

 Kecewa ASTRO

Sesampainya di dalam kok big screen dan tv-tv yang ada tidak ada satupun yang menayangkan partai Chelsea v Man Utd tersebut. Selidik punya selidik ternyata gangguan hujan yang begitu deras pada malam itu menyebabkan tayangan langsung terganggu. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya siaran langsung pun didapat, gue dan Vey langsung merangsek ke depan buat nonton bareng fans-fans yang lain. Alangkah bodohnya gue berdua, layaknya iklan Salah satu operator seluler versi lama gue pun bergabung ditengah-tengah fans Chelsea. Yang ada setiap kali gue mendukung pergerakan pemain Man Utd tak jarang kami berdua mendapat pandangan sinis dari mereka. Tak mau melakukan kesalahan di babak kedua kami pun bergabung diantara pendukung Man Utd yang tergabung dalam INDOMANUTD (fans Man Utd). Babak kedua baru berjalan beberapa saat tiba-tiba siaran langsung kembali mati. Pokoknya malam itu betul-betul kecewa deh dengan siaran langsung yang mati-hidup-mati-hidup. Ditambah pula kekalahan yang diderita Man Utd karena Chelsea mendapat hadiah penalty dipenghujung babak kedua. Dan kabar itu pun juga diterima via percakapan ponsel antara Bpk. Sam (dari Indomanutd) dengan kontributornya yang sedang mengadakan nonton bareng juga di Surabaya. So, malam itu bukan nonton bareng, tapi lebih tepatnya ngumpul bareng fans Chelsea dan Man Utd untuk mengetahui hasil akhir. Setelah pertandingan berakhir kami pun langsung keluar dari Score setelah sebelumnya “merampok” post-card gratisan bergambarkan shio-shio nan lucu yang disediakan didekat pintu keluar. Setelah itu tak lupa berfoto untuk mengabadikan momen nonton bareng. (WR)


DINNER @ ASAHI and NONTON ‘NAMAKU DICK’ @ 21 Citos

Sehabis berfoto-foto di depan Score kami pun mampir ke 21 untuk lihat-lihat film yang sedang tayang pada malam itu. Setelah melihat-lihat akhirnya pilihan tertuju pada film Tora Sudiro yang baru berjudul “Namaku Dick”, Studio 1 jam 21.55. Sambil menunggu jam pemutaran yang masih 1 jam lagi kami pun  melanjutkan untuk mencari tempat makan. Setelah berputar-putar pilihan pun tertuju pada sebuah restoran Jepang bernama “ASAHI”. Nggak afdol rasanya kalau ketemu Vey tapi nggak menyantap Sushi bareng. Sebenernya niatnya sih mau ke Sushi Tei ‘lagi’, namun berhubung diluar masih hujan deras dan pastinya masih macet,maka gue putuskan untuk makan di Citos aja. Seperti halnya resto-resto yang ada di Citos ruangannya tentu minimalis. Pesanan pada malam itu berupa : Chicken Katsu Bento (untuk Dina yang nggak suka Sushi), Unagi Crispy (untuk Vey) dan gue sendiri mesen Tuna Spicy plus Beef Teriyaki Maki. Minumannya seperti biasa Ocha panas (free refill). Seperti biasa sembari menunggu pesanan datang sesi foto-foto pun sayang untuk dilewatkan.  Pelayanannya sendiri agak-agak kurang ramah, untuk sushi-nya sendiri bentuknya masih agak berantakan ditambah wasabi yang kurang ‘nendang’, soal harga sih emang lumayan murah.

Dari Asahi kami pun naik ke 21 untuk nonton. Film yang dibintangi Tora Sudiro dan Marissa Nasution itu bercerita tentang drama percintaan. Bama (Tora Sudiro) naksir dengan seorang cewek bernama Tiara (Marissa) yang tak lain adalah gadis yang pernah Ia tembak semasa SD dulu. Kali ini mereka bertemu sama-sama sebagai arsitek yang diminta untuk mengerjakan sebuah proyek bersama. Bama merupakan seorang playboy dan belum bisa berkomitmen. Sebelum bertemu dengan Tiara Ia menjalin hubungan dengan 3 cewek sekaligus. Tiba-tiba salah satu pacarnya memergoki saat Bama dan Tiara sedang bersama. Suatu hari Bama terbangun dan sangat terkejut dengan kondisi Mr.P-nya bisa bicara. Ia pun merasa terganggu dengan keadaan tersebut. Kehidupannya berantakan semenjak kejadian itu. Yah, film ini sebenernya agak-agak mirip dengan film “Ants In The Pants” yang gue tonton 3 tahun yang lalu, ditambah bumbu “7 Girl Friends”. Sayangnya film ini so FLAT. Nothing special. (WR)

KARAOKE @ INUL VIZTA - SARINAH

Rencana setelah nonton sebenernya sih pengen ngabisin waktu dengan piknik tengah malam di Monas. Segala macam cemilan pun kami beli di Food Mart – Citos yang kebetulan belum tutup pada malam itu. Walaupun ketika mau bayar semua lampu sudah dimatikan karena emang kita adalah the last customer on that nite. Hujan sudah berhenti dan waktu menunjukkan pukul 00.30, that’s mean we spent 4 and a half hour on Citos. Setelah memberhentikan taksi Ekspress (berhemat dengan tariff lama) gue pun minta diantar ke Monas. Akan tetapi, baru aja sampai lampu merah pasaraya hujan kembali mengguyur Jakarta walaupun tidak terlalu deras. Ide gue malam itu muncul yaitu memilih untuk berkaraoke saja untuk membunuh waktu ditengah hujan. Maka Taksi meluncur menuju Sarinah – Thamrin. Sampe di Sarinah dengan pedenya gue masuk lift dan ternyata gue lupa Inul Vizta itu dilantai berapa. Mana pas sampai lantai 14 sempet terjadi insiden yang aneh tapi nyata. Jadi, pintu lift ngebuka dari dalem, tapi pintu yang bagian depannya nggak mau ngebuka. Alhasil, gue pun turun kembali untuk nanya satpam lokasi Inul Vizta yang ternyata terletak di lantai 13 gedung Sarinah (Hm,,, nice floor).

Sesampainya di Inul Vizta, gue pun masuk ke room yang small aja (ya iyalah Cuma bertiga gitu loch). We spent 2 hours on that room. Segala macem lagu kami nyanyikan, baik yang lagu baru, nostalgia, barat sampe lagu melayu. Tapi, betenya pas mau bayar gue dikenakan charge karena bawa minuman dari luar *damn! Charge-nya nggak tanggung-tanggung 30% dari biaya room. Kebayang donk Cuma sebotol fruittea, mizone and aqua kena charge yang 3x lipat dari harga beli. Yang gue heran nggak ada teguran sebelumnya, tapi tahu-tahu langsung di kenain charge aja gitu. Bee nggak sih? Dimana-mana ditegur dulu keq nggak langsung main kenain charge aja. Bodo amat deh, gue lagi males rebut malem itu. Gue cari-cari peraturan itu disekitar room tapi nggak tertera. Dan gue juga males buat nanya lagi. (WR)

TIDUR aLa MUSAFIR

Turun dari Inul Vizta nggak ada tujuan. Mata sudah mengantuk dan ditambah kebelet pipis. Nggak ada available toilet kecuali di McD. Untuk menyiasati menggunakan toilet akhirnya beli segelas MILO. Mata udah 5 watt semua pada pagi itu, ngantuk sudah tidak tertahan lagi maka sempat tertidur sebentar di McD. Karena nggak enak jadi perhatian beberapa orang yang ada di McD akhirnya kami pun keluar dan mencari tempat beristirahat. Rencananya sih di Masjid belakang Djakarta Theatre. Tapi, disitu ternyata banyak orang-orang yang juga tidur. Merasa tidak nyaman dengan kondisi itu akhirnya gue putuskan untuk mencoba menyambangi Masjid Kosgoro disebelah kantor gue. Selain tempatnya jauh dari keramaian, gue pun merasa aman aja karena tempatnya digedung perkantoran. Maka, sembari menunggu Subuh kami pun beristirahat di Masjid yang terletak di Wisma Kosgoro itu.

Paginya di SMS dan turun kebawah untuk ngelihat orang yang olahraga dan jalan-jalan, karena hari ini bertepatan dengan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor yang diterapkan Pemkot Jakarta di Minggu ke-4 setiap bulannya. Setelah itu mau nyari sarapan mie ayam yang biasa gue makan kalau Shift pagi Sabtu – Minggu di Jl. Irian (deket Pom Bensin Theresia), but too bad, hari itu kayaknya lagi nggak jualan. Akhirnya kami bertiga jajan aja didepan Gereja Theresia yang emang banyak tukang jajanan. Gue nyobain somay sedangkan Vey dan Dina makan mie ayam. Di akhir perjalanan persinggahan terakhir adalah McD Sarinah karena Vey mau ngejar travel yang pagi. Didapatlah tiket untuk jam 8.30. Setelah Vey kembali ke Bandung, gue dan Dina pun pulang. (WR)


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
icalsensei wrote on Apr 27
huahahahah
di INUL gitu ya
males banget
pryabiasa wrote on Apr 27
aktif bener.. tau lo di score dan 21.. gue samperin Ndu? ini sabtu kan.. gue disana sampe jam dua belasan.. tp kesananya jam 9 malem hehehheh

Ndu.. salam buat Dina ya ;-)
verafun wrote on Apr 28
Hihihihihih..
penjabarannya keren...jadi serasa muter balik waktu gituh..^__^
seruy...seru....

lanjutin story yah..:

--sepulang vey dari jakarta dengan travel baraya...dan AC mati!!! Ve jatuh tepar, nyampe kostan baru ljam 12 karena diajak muter2 ama driver untuk nganter penumpang lain..untung nnya gue lagi gak ngejar2 waktu..hihih....
sesampe kost langsung tepar di kasur...crita2 sama temen kost-an (eh..dapet salam tuh dari temen kost-an gw) trus telpon dina lagi..trus telpon andre..mandi...ngerjain tugas!! dan tepar lagih...hehehe...trus belajar fisika dan tepar lagih..
hihihihi...tapi seruuuuu..
thanks ya a..pokok-e final champion kita nonton bareng lagi..berharap aa dan dina ke bandung..
eantaru wrote on Apr 28
tidur ala musafir-nya mirip kaya gw SMA kelas 1 pas abis buka puasa bersama sampe jadi saur bersama. tapi pindah2. dari dipinggir jalan. terus di bangunin preman gara2 mau minta jatah. sial dikira gw anak buahnya. sampe akhirnya tidur di masjid terus dibangunin obrok2 (tukang bangunin saur)
gharonk wrote on Apr 28
hehehehe MU kalah lah ama chelsea di moskwa... kekekekek
winduradityo wrote on Apr 28
huahahahah
di INUL gitu ya
males banget
males bgt gmn,cal? bukannya lo salah satu anggotz FBI.V(Fans Berat Inul Vizta)... terbukti dgn lengketnya Ical&mik bila sdg karaoke bersama
winduradityo wrote on Apr 28
aktif bener.. tau lo di score dan 21.. gue samperin Ndu? ini sabtu kan.. gue disana sampe jam dua belasan.. tp kesananya jam 9 malem hehehheh

Ndu.. salam buat Dina ya ;-)
Wah, ada pentolan Citos rupanya ... hehehe , sorry Mas, nggak kabar2i abis semua serba spontanitas

*iya nti disalamin(br bgn nih abis shift malem)
winduradityo wrote on Apr 28
verafun said
Hihihihihih..
penjabarannya keren...jadi serasa muter balik waktu gituh..^__^
seruy...seru....

lanjutin story yah..:

--sepulang vey dari jakarta dengan travel baraya...dan AC mati!!! Ve jatuh tepar, nyampe kostan baru ljam 12 karena diajak muter2 ama driver untuk nganter penumpang lain..untung nnya gue lagi gak ngejar2 waktu..hihih....
sesampe kost langsung tepar di kasur...crita2 sama temen kost-an (eh..dapet salam tuh dari temen kost-an gw) trus telpon dina lagi..trus telpon andre..mandi...ngerjain tugas!! dan tepar lagih...hehehe...trus belajar fisika dan tepar lagih..
hihihihi...tapi seruuuuu..
thanks ya a..pokok-e final champion kita nonton bareng lagi..berharap aa dan dina ke bandung..
km tuh berangkat cm ama driver, trus plg muter2 dulu sm driver ... jd curiga nih, ada apa dgn km dan driver ya? ;P

... insyaAllah a' hadir di bandung for the final ...
winduradityo wrote on Apr 28
eantaru said
tidur ala musafir-nya mirip kaya gw SMA kelas 1 pas abis buka puasa bersama sampe jadi saur bersama. tapi pindah2. dari dipinggir jalan. terus di bangunin preman gara2 mau minta jatah. sial dikira gw anak buahnya. sampe akhirnya tidur di masjid terus dibangunin obrok2 (tukang bangunin saur)
>>> wah,serem amat sampe dibngunin preman.Kebetulan mesjid yg gw singgahi isinya rata2 satpam kntor yg gw kenal. Makanya gw ngerasa nyaman dan aman
winduradityo wrote on Apr 28
gharonk said
hehehehe MU kalah lah ama chelsea di moskwa... kekekekek
boleh lah mu kalah ma Chelsea di liga, but klo sampe mereka ketemu di final Champions bakal beda urusannya :)
duabadai wrote on Apr 29
windu seru juga kisahnya...

salam buat dina...


vey, kapan giliran gw? wkkkk :)
winduradityo wrote on Apr 29
Aldi : Hehehe ... iyha tuh,di. Bener2 spent all night... iya gw salamin ;)

*tuh, Vey, Aldi mw ikutan
eantaru wrote on Apr 30
>>> wah,serem amat sampe dibngunin preman.Kebetulan mesjid yg gw singgahi isinya rata2 satpam kntor yg gw kenal. Makanya gw ngerasa nyaman dan aman
masih ada yg di sensor. abis di bangunin premena terus kabur. lari ke kedaerah perumahan gw sendiri. tapi ga brani pulang. jadi bertiga mikir mau tidur dimana sambil duduk di besi2 jembatan kali. waktu mikir ada ibu2 yg nawarin obat perangsang. tambah kabur lagi. ga kerasa jam 3. tidur baru 5 menit udh di bangunin obrok2. hiks. sampe di rumah saurnya 2 kali. makan+omelan. semenjak itu ga pernah ikut buka puasa bersama lagi


case closed
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help