Manchester United akan meladeni Chelsea dalam partai final Liga Champions 2007/08 yang akan dilangsungkan tanggal 21 Mei 2008 nanti di Stadion Luzhniki, Russia. Sedikit kilas balik mengenai perjuangan mereka di dua semifinal yang mendebarkan.

Manchester United vs Barcelona

MU dan Barcelona merupakan 2 klub terbaik yang ada di dunia saat ini. Keduanya memiliki maestro-maestro sepakbola yang menyegarkan mata bila kita tonton. Aksi-aksi memukau Carloz Tevez, Cristiano Ronaldo, Nani, Ronaldo dipadukan dengan kekokohan tembok yang digalang Ferdinand-Vidic dan dikawal oleh Van Der Sar merupakan kombinasi yang hebat. Barcelona memiliki Messi, Eto'o, Deco, Henry, Ronaldinho serta kiper nan cekatan Vitor Valdes. Akan tetapi, permasalahan intern dikubu Barcelona seperti tiada henti-hentinya mendera klub asuhan Frank Rijkaard tersebut. Dan, sebagai pelatih Frank pun menjadi orang yang paling disorot mengenai kegagalan Barca di La Liga, Copa Del Rey dan terakhir di Liga Champions.

Orang boleh menilai Barca yang pantas difinal karena mereka menyuguhkan sepakbola nan atraktif. Tapi, perlu diingat sepakbola tak hanya memerlukan keindahan dalam menyerang akan tetapi juga kekokohan dalam bertahan serta keinginan untuk menang. Banyak orang yang mempertanyakan kepantasan MU dalam meladeni Barca yang cenderung menggunakan pola serangan balik. Akan tetapi, disitulah kejelian Sir Alex Ferguson sebagai penanggung jawab tim Manchester United ini. Dia tahu cara menyiasati 3 partai dalam 1 minggu yang harus mereka jalani. Bertandang ke kandang Barcelona, Chelsea serta menjamu Barcelona bukanlah perkara mudah. Dikandang Barca MU sempat memiliki peluang mencuri kemenangan setelah Cristiano Ronaldo mendapat penalti akan tetapi sayang Ia gagal mengonversi peluang tersebut menjadi sebuah gol. Barcelona boleh memiliki penguasaan bola dan peluang melalui kaki Messi, Eto'o sampai Henry tapi semua kandas.

Ketika giliran Manchester United menjadi tuan rumah pun Barcelona menguasai pertandingan dengan ball posession yang mereka peragakan. Akan tetapi, tuan rumah tahu cara menghukum Barcelona dengan kedisiplinan tingkat tinggi dalam bertahan, serangan balik yang cepat dan efektif melalu para pemain muda (Tevez, Nani, Ronaldo dan Ji-Sung) ditambah ketangguhan Edwin Van Der Sar dibawah mistar Manchester United. Barcelona pun harus merelakan final jatuh ke tangan MU setelah kesalahan Gianluca Zambrotta tidak disia-siakan Paul Scholes yang mencetak gol khasnya dari tendangan keras diluar kotak penalti Barcelona.

Chelsea v Liverpool

Setelah beberapa pertemuan terakhir mereka menempatkan Liverpool selalu menjadi tuan rumah pada leg ke-2. Pada kesempatan kali ini undian menentukan bahwa Chelsea lah yang menjadi tuan rumah pada partai leg ke-2. Hal tersebut tidak disia-siakan oleh Chelsea untuk membawa mereka pertama kalinya menuju ke final Liga Champions.

Liverpool sempat mengejutkan dengan gol Kuijt saat menjamu Chelsea pada kesempatan pertama. Akan tetapi, perjuangan tak kenal lelah yang diperlihatkan pasukan Avram Grant membuat mereka berhasil mencuri gol tandang nan krusial di menit ke-95! Memang gol tersebut tidak lahir dari kaki para pemain Chelsea melainkan melalui gol bunuh diri pemain belakang Liverpool, yaitu sundulan John Arne Riise yang berniat membuang crossing dari Salomon Kalou. Benitez serta Riise boleh berbesar hati bahwa hal tersebut biasa terjadi dalam dunia sepakbola. Tetapi, tentu saja gol tandang tersebut merupakan kredit tersendiri yang berguna untuk menjamu Liverpool di Stamford Bridge.

Seminggu berselang, masih dalam euforia mengalahkan MU yang menempatkan mereka kembali ke track Juara Liga Inggris mereka menjamu Liverpool di Stamford Bridge. Drogba yang sempat disindir oleh Rafa Benitez mengenai kebiasaan divingnya membuktikan bahwa dirinya merupakan pemain yang pantas disegani didalam lapangan. Ia menunjukkan kapasitasnya sebagai predator di kotak penalti. Didier Drogba membawa Chelsea unggul 1-0 memanfaatkan bola liar hasil tepisan Pepe Reina. Torres berhasil membawa Liverpool menyamakan kedudukan 1-1 saat umpan terobosan Benayoun berhasil Ia manfaatkan memjadi sebuah gol. Hasil 1-1 sampai menit 90 itu membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan 2x15 menit lagi karena partai di Anfield pun menghasilkan skor serupa. Dibabak perpanjangan waktu ini Chelsea berbalik unggul 2-1 melalui sepakan penalti Lampard setelah Ballack dilanggar oleh Hyppia didalam kotak penalti. Gol ini begitu emosional buat Lampard setelah seminggu sebelumnya sang ibunda meninggal dunia. Didier Drogba menambah gol memanfaatkan umpan Nicolas Anelka. Memang Ryan Babel sempat mencuri gol di 15 menit kedua, akan tetapi satu tiket ke final resmi dimiliki Chelsea setelah tidak ada gol tercipta lagi di Stamford Bridge dan Chelsea lolos dengan aggregat 4-3.

Kini kedua tim bertemu di final, memang banyak yang bilang pertandingan ini tidak menarik karena seperti halnya menonton Liga Inggris. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa kedua tim tersebut tentu akan berjuang mati-matian untuk memperebutkan gelar. Karena ini Liga Champions, sebuah turnamen bergengsi antar klub eropa. Tentu Manchester United maupun Chelsea tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meraih gelar. Manchester United ingin meraih gelar ke-3 sedangkan bagi Chelsea ini kesempatan mereka untuk memperoleh gelar pertama diajang Liga Champions. So, tunggu saja tanggal mainnya! 


yunce wrote on May 3
chelsea luar biasa meskipun di awal agak diragukan...... tp MU juga udah diprediksi sejak awal dg materi yang dimiliki......

final di moscow rumahnya sang pemilik chelsea so..... mungkin akan ada tambahan spirit bagi mereka.....

secara pribadi gw dukung MU...... mereka lebih solid
winduradityo wrote on May 3
yunce said
chelsea luar biasa meskipun di awal agak diragukan...... tp MU juga udah diprediksi sejak awal dg materi yang dimiliki......

final di moscow rumahnya sang pemilik chelsea so..... mungkin akan ada tambahan spirit bagi mereka.....

secara pribadi gw dukung MU...... mereka lebih solid
Hehehe, gw pun dari jauh2 hari dukung Man Utd .... walaupun memang gue akui Chelsea juga juga tampil bagus di Liga Champions. Yah, gue emang sempet curiga dengan final yang ditandingkan di Russia, that's mean Abramovich can get more support for his club. But, tetep aja the real final is in the court! So, I can't wait for this match!
trasyid wrote on May 3
teteup dukung MU.. hehe :-D
winduradityo wrote on May 3
trasyid said
teteup dukung MU.. hehe :-D
go-go ... MU
verafun wrote on May 17
huahuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
MU!!!
MU!!!
MU!!!!
tapi finalnya tanggal 21..gak hoki banget seh....tabrakan ama Uas kalkulus...
hiks..hiks....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help