
Moskow, 21 Mei 2008 Hari ini mungkin merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu buat para fans Man Utd. Setelah menanti 9 tahun lamanya kini mereka kembali melangkah ke partai final Liga Champions untuk berhadapan dengan Chelsea. Berbagai pandangan miring terhadap permainan MU yang tidak terlalu mengesankan melawan Barcelona ditambah kekalahan dipartai liga di kandang Chelsea beberapa waktu lalu membuat orang memandang sebelah mata terhadap kans MU.Tapi, disitulah terlihat kejelian Sir Alex Ferguson dalam meracik skuadnya yang mayoritas diisi pemain muda yang minim pengalaman. Kumpulan anak muda macam Anderson, Nani, Rooney, Tevez, Ronaldo dan Evra ditambah Van Der Sar, Giggs, Scholes serta Ferdinand membuat Sir Alex harus jeli memilih pemain mana yang akan Ia turunkan. Avram Grant boleh saja mematahkan rekor Mourinho untuk menggapai final LC yang tidak pernah dirasakan oleh Mourinho sebelumnya. Tapi, orang lupa kalau skuad yang dipegang Grant sekarang adalah pilihan Mourinho. Dan, Avram Grant tinggal meneruskan apa yang telah dibuat oleh Mourinho selama ini. Buktinya Ia masih mengandalkan Drogba di lini depan sebagai striker tunggal, padahal awalnya dia di plot untuk memaksimalkan pemain termahal Chelsea Andriy Shevchenko. Dibawah mistar masih dipegang Cech. Kombinasi pertahanan Terry-Carvalho sampai the untouchable Frank Lampard masih diandalkan. Plus juga dibelakangnya ada master taktik Henk Ten Cate yang didatangkan langsung dari Ajax sebagai Direktur Teknik. Partai final sendiri berjalan cukup alot dan keras. Scholes harus dibawa kepinggir lapangan untuk mendapatkan perawatan setelah berbenturan dengan Makelele. Van Der Sar sendiri harus berjibaku dibawah mistar gawang untuk mengamankan gawangnya. Cristiano Ronaldo yang sedang bersinar musim ini membuktikan kapasitasnya sebagai calon pemain terbaik dunia maupun eropa dengan sebuah sundulan nan akurat memanfaatkan umpan crossing Wes Brown. Tapi, sayang kelengahan MU didetik-detik akhir babak pertama dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Chelsea. Melalui sebuah serangan balik terjadi kemelut didepan gawang yang dapat dimanfaatkan oleh Lampard untuk membuat kedudukan imbang menjadi 1:1.Dibabak ke-2 Chelsea mencoba bangkit dan berkali-kali menciptakan peluang untuk mencetak gol. Namun peluang-peluang tersebut tak ada satupun yang membuahkan gol hingga akhirnya pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit. Disinilah drama kembali terjadi, Carlos Tevez terlihat beradu mulut dengan pemain Chelsea. Dan Drogba yang ikut meramaikan masalah melakukan sebuah gerakan tak terpuji. Tangannya terlihat menampar Vidic yang mencoba melerai. Alhasil Ia pun diganjar dengan kartu merah. Drama adu penalti pun terjadi. Ronaldo yang menjadi eksekutor MU ke-3 tendangannya dapat digagalkan oleh Petr Cech, dan sampai penendang ke-4 terlihat Chelsea berada diatas angin. John Terry sebagai penendang ke-5 Chelsea pun siap-siap mengambil tendangan terpenting dalam hidupnya, sebuah tendangan yang dapat menentukan sebuah gelar pertama buat Chelsea. Tapi, sayang sekali tendangannya melayang jauh ke sebelah kiri mistar Van Der Sar dan adu penalti pun dilanjutkan kembali dengan kedudukan sama kuat 4-4. Anelka sebagai algojo ke-7 Chelsea gagal menunaikan tugasnya dengan baik dan MU pun keluar sebagai pemenang. Buat MU ini adalah gelar ke-3 mereka diajang Liga Champions.
 | selamat buat MU.. ayo....dah dapat 3 piala...masak kalah ama Liverpool.. ayo semangat berburu gelar lagi...hehe |
 | hurray! jagoanku tuh mas.. |
 | selamat bt mu atas kemenangannya. btw kmren final piala championsnya kurang seru ya kedua tim cenderung main defensif serunya pas uda extra time dramanya uda mulai keluar tuh he2x. tp ya itulah sepakbola ada yg menang n kalah tp kedua tim main bagus kok ya cman klo masalah penalti kan faktor luck ituloh megang peranan penting hehe
|
 | kasian john terry..dijadiin kambing hitam tu pasti dia, mana pake nangis2 pula, bikin miris aj... yah slamat buat MU, they deserved to win lah, chelsi kurang hoki aj si tapi... tapi klo ada yg nulis man of the match-nya C.Ronaldo gw kurang stuju, coz michael ballack maennya lebih niat, cm ya itu tadi..kurang hoki... |
 | kasian john terry..dijadiin kambing hitam tu pasti dia, mana pake nangis2 pula, bikin miris aj... yah slamat buat MU, they deserved to win lah, chelsi kurang hoki aj si tapi... tapi klo ada yg nulis man of the match-nya C.Ronaldo gw kurang stuju, coz michael ballack maennya lebih niat, cm ya itu tadi..kurang hoki...  yah, boleh aja berpendapat seperti itu... tapi, kalo gue bilang malam itu Ballack terlalu bersemangat dan cenderung emosional kalo gue bilang. Terus dia juga nggak mencetak gol, ,alah Lampard yang bikin gol dah gitu beberapa kali dia mencoba mengintimidasi dan juga sempat menolak diajak bersalaman ketika Evra melakukan pelanggaran terhadapnya. So, I didn't respect at all to Ballack on that game.
Ronaldo emang gagal mengeksekusi penalti di babak adu penalti, tapi at least dya memberikan sebuah gol melalui sundulan yang akurat. Dan setiap pergerakannya selalu mendapat perhatian lebih dari bek-bek Chelsea. So, kalo menurut gue sendiri sah-sah aja kalau Ronaldo mendapat gelar Man of The Match. Dya pun berhasil menyempurnakan musim fantastisnya dengan torehan 2 gelar juara plus mencetak banyak gol (kalo ga salah 42 gol musim ini) |
 | Ronaldo emang gagal mengeksekusi penalti di babak adu penalti  ronaldo kali emg blom siap mental bner ngadepin adu penalti itu, jujur waktu nonton itu g nyangka klo smpe adu penalti, dia juga g sangka MU yg hebat itu g bisa mnang di waktu normal kali ya? makanya dia gagal, dan itu membuat grade-nya dia dari awal ke akhir pertandingan menurun klo buat gw, luckily, MU dari awal udh unggul 1-0 dan dia yg bikin gol, ryan giggs juga pantes diberi kredit tu, manteb emg si giggsy, MU win kali ini bukan karena ronaldo ato giggs ato rooney ato siapa pun juga, ini spertinya kmenangan tim, bagus lah, |
| |