
Kamis, 22 Mei 2008
Rencana hari Kamis itu adalah membeli tiket nonton Indiana Jones di Djakarta Theater buat hari Jumat. Berhubung ngak bisa beli pre-sale tiket alhasil gue pun mesti menunggu hari Jumat untuk beli tiket tersebut.
Pas melangkahkan kaki pulang iseng-iseng aja gue mampir ke Java sebentar buat lihat-lihat ke lantai 2. Saat sedang melintasi counter sepatu mata gue tertuju ke sebuah display sepatu. Setelah melihat warna beserta modelnya yang menarik gue pun melihat bagian bawah sepatu. Seolah tak percaya dengan harga yang tertera (Rp.39.900,red) gue pun memanggil mas-mas pramuniaga untuk mengonfirmasi harga yang tertera pada barcode.
Gue : Mas, bener nih harga yang ada disepatu ini ? (tanya gue sambil menunjukkan barcode yang tertera dibagian bawah sepatu)Mas2 : (melihat dengan seksama) Bener koq,Pak. Rp.39.900,-Gue pun mencoba, tapi ternyata nomornya lebih besar 1 nomor dari kaki gue. Gue pun mencoba bertanya kembaliGue : Mas, ada nomor 42-nya nggak? Mas2 : Wah, sayangnya nggak ada. Cuma ada yang di display ini aja, Pak.Tak lama kemudian Mas2 itu pun meninggalkan gue untuk melayani customer lainnya. Sedangkan gue duduk lagi untuk mencoba kembali sepatu tersebut. Beli-nggak-beli-nggak-beli-nggak. Ketika gue lagi berpikir-pikir untuk jadi atau nggak membeli sepatu itu tiba-tiba seorang mbak-mbak menghampiri gue.
Mbak2 : Maaf mas, ada yang bisa dibantu ?Gue : Mbak, yang ini ada nomor 42-nya nggak? (tanya gue sambil menunjukkan sepatu murah itu)Mbak2 : Sebentar ya,mas. Kayaknya ada deh stocknya di gudang. Saya cek sebentar ya,Mas. (Mbak2 itu pun mengambil contoh sepatu yang gue pegang dan mencari nomor yang yang gue pengen)Tunggu punya tunggu, beberapa saat kemudian Mbak-mbak itu kembali dengan berita mengecewakan.
Mbak2 : Wah, maaf Mas kayaknya yang nomor 42 nggak ada deh.Gue pun kembali mencoba-coba. Ah kalo pake kaos kaki tebel juga kayaknya masih enak deh dipakenya. Tiba-tiba aja mas2 yang sebelumnya kembali menghampiri gue dan membantu mbak2 tadi untuk mencari nomor yang gue maksud lagi. Dan, penantian gue ternyata tidak sia-sia. Setelah menunggu untuk kedua kalinya gue akhirnya bisa membawa sepatu tersebut dengan nomor yang sesuai dengan ukuran kaki gue. Tanpa basa-basi gue pun langsung minta dibuatkan bon dan membayarnya dikasir. Dan, tak lupa gue mengucapkan banyak terima kasih pada si mbak2 itu karena sudah mau berepot-repot ria melayani gue walaupun cuma membeli sepatu diskon dengan harga murah.