Perayaan tahun baru 1999-2000 adalah awal permulaan dari film Maradona The Hand of God ini. Diego yang saat itu sedang berpesta kokain sambil bermain-main dengan bola kecilnya tiba-tiba tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke Rumah Sakit.
Cerita berlanjut ke masa kecil Maradona yang hidup di keluarga miskin. Ayahnya hanyalah tukang potong daging dan Ia pun memiliki banyak saudara. Kecintaannya terhadap sepakbola telah Ia perlihatkan sejak Ia kecil. Maradona yang disuruh mengambil air oleh ayahnya tak dapat menolak ajakan teman-temannya untuk bermain sepakbola. Tapi, sebagai akibatnya ayahnya pun memarahi Maradona kecil dan menghukumnya untuk tidak bermain sepakbola. Sampai suatu ketika dalam sebuah seleksi sebuah tim sepakbola seorang pencari bakat melihat bakat yang melekat di Maradona. Dan Ia pun mendapat tawaran bergabung. Dalam sebuah pertandingan sahabatnya Goyo mendapatkan cedera parah. Ketika Maradona beserta keluarganya pindah dari Villa Florito Ia memberi Goyo kenang-kenangan berupa bola kesayangannya.
1982 – Barcelona membeli Maradona dan itu merupakan awal petualangannya di Eropa. Di kota itu pertama kalinya Ia mengenal kehidupan malam. Disitu Ia bertemu dengan seorang gadis yang mengenalkannya kepada kokain. Selain tumbuh sebagai pesepakbola yang handal Ia pun mulai kecanduan kokain. Pada sebuah pertandingan Ia ditekel dengan brutal yang menyebabkannya cedera parah dan tak dapat bermain melawan musuh bebuyutan Barcelona yaitu Real Madrid. Ditambah lagi Ia merasa tidak kerasan bermain di Barcelona. Ia merasa tidak disukai di klub tersebut dan tidak mendapat dukungan.
1984 – Diego Maradona pindah ke Napoli, Italia. Kedatangannya ke klub tersebut di sambut bak seorang dewa. Ia disambut oleh 70,000 pendukung Napoli.Tak ubahnya di Barcelona, kali ini Ia pun hanya dijadikan lading bisnis bagi para mafia. Kebintangan Maradona membutanya besar kepala. Ia pun ditinggalkan sahabatnya Jorge dan kekasihnya Claudia. Sampai kemudian datanglah seorang agen besar bernama Guillermo Coppola yang mengurus kekayaan Maradona. Coppola rela meninggalkan 200 orang yang ia tangani demi seorang bernama Maradona.
1986 – Piala Dunia di Mexico merupakan puncak karir Maradona bersama negaranya. Di semifinal melawan Inggris yang tak lain musuh bebuyutan Argentina Ia memotivasi rekan-rekannya untuk dapat memenangkan pertandingan penting tersebut. Di pertandingan itulah sebuah gol yang hingga saat ini masih tetap dikenang sebagai GOL TANGAN TUHAN. Karena gol yang tidak sah tersebut tercipta dari kecerdikan Maradona memanfaatkan kesalahan bek Inggris untuk membuahkan sebuah gol. Namun, kebintangan Maradona dibuktikan dengan gol cantiknya mengelabui pemain Inggris dari tengah lapangan sampai akhirnya menaklukkan kipernya untuk membuat Argentina menang atas Inggris. Argentina pun akhirnya menjadi pemenang di piala dunia itu. Kepulangannya disambut bak pahlawan dan Ia pun melengkapi euphoria itu dengan menikahi Claudia.
Comments : Film ini menurut gue luar biasa. Ditambah pula gue sebagai pecinta sepakbola, film ini menggambarkan perjuangan seorang bocah bernama Maradona yang dihadiahi bakat luar biasa. Ia berhasil menyihir dunia persepakbolaan dengan bakatnya. Namun, berbagai ujian menghampirinya. Kokain, wanita, kekayaan, sampai akhirnya Ia harus menerima kenyataan pahit diusir dari Piala Dunia 1994 karena terbukti menggunakan doping. Ia merasa dizolimi oleh FIFA. Karena Ia tidak tahu-menahu akan keberadaan obat terlarang tersebut. (Windu)
movie info:
Starring : Marco Leonardi, Julieta Diaz, Juan Leyrado
Director : Marco Risi
Distributor : Lionsgate
Duration : 1hr 50min