ReviewReviewReviewMaaf, Saya Menghamili Istri Anda (MASMIA)Jun 23, '07 1:17 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy

Dari judul sudah mengundang penasaran dan agak kontroversial “MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA”. Nonton film inipun perlu sedikit perjuangan, pertama niat nonton di Planet Hollywood. Tapi, disitu ada lagi jam 21.15 kalo nggak salah. Sedangkan sampe sana baru 19:30. Terus tadinya mau beralih nonton Bridge to Terrabithia, namun niat nonton film tersebut mengalahkan rencana alternatif. Akhirnya jalan lah ke PI, ternyata ada lagi jam 21:10. Gak beda jauh ya ? hehehehe … tapi di PI kan masih bisa jalan-jalan dulu and beli cemilan ;-)


 


Film ini diawali oleh adegan pembuka orang-orang yang sedang casting. Adegan pembuka yang cukup menggelitik. Ada 3 orang yang baru ikut casting, 2 laki-laki dan 1 wanita. Yang pria pertama mengaku sering ikut main film laga, tapi bagian yang dipukulin. Lalu pria kedua ingin terkenal seperti Nicolas Saputra or Tora, tapi hadap kanan aja nggak ngerti. Dan, yang wanita disuruh akting takut namun malah nyeremin.


 


Kemudian setelah itu tampil Dibyo (Ringgo) yang sedang minum di penjaja minuman botol yang diperankan oleh Pak Yanto / Yansen di serial Bajuri. Disitu Dibyo membual tentang profesinya sebagai aktor terkenal dan sempat membubuhkan tanda tangan sebelum pamitan.


 


Lalu dari situ Dibyo pergi kesebuah lokai syuting. Disitu Ia disuruh memeragakan obrolan mesra dibawah pohon rindang. Tapi, karena “SOK PD”, ia malah mengacaukannya. Ia menampar sang pemeran wanita dan memaki-makinya. Keruan saja hal tersebut membuat sang wanita menangis (karena namparnya beneran), sutradara ngamuk-ngamuk dan alhasil Ia pun pulang dengan tangan hampa.


 


Dari situ Ia kembali ke kos-an nya. Karena sudah tidak punya uang lagi Ia pun membayar dengan uang receh. Disitu ada adegan lucu, dimana anak ibu kost memandang dengkul Dibyo.


 


Dibyo : Kamu liat apaan ?


 


Anak kecil : Otak Om Dibyo, abis kata Mama otak Om Dibyo ‘kan di dengkul.


 


Dibyo : ???


 


Karena sudah tak punya uang lagi, Ia pun berusaha minjam dari sahabat di tempat kosnya, Jon. Akan tetapi, Jon tidak memberinya. Karena memang sudah tidak punya uang. Di luar kamar kos Jon, terlihat 2 orang laki-laki membawa tv dan gitar milik Dibyo. Ketika di kejar ternyata ‘mantan’nya yang bernama Gina, yang menyuruh orang itu untuk menyita barang milik Dibyo. Karena sudah 4 tahun Dibyo tidak juga membayar hutangnya.


 


Dalam keadaan yang putus asa dan serba susah, Jon mengajak Dibyo ke pesta ulang tahun temannya. Disitu Ia berkenalan dengan gadis manis bernama Mira (Mulan). Ia pun menjadi bahan tertawaan teman-teman Jon karena jokes-nya yang mungkin ‘STD’ kali ya.


 


Dibyo : Mira ? Nama kamu jelek!


 


Mira : Maaf deh, kalau nama Saya jelek.


 


Dibyo : Harusnya nama kamu itu MALA.


 


Mira : Koq, Mala ?


 


Dibyo : Kependekan dari MALAIKAT


 


Perkenalan singkat itu dan rayuan gombal Dibyo mampu memikat Mira dan berhasil mengajak Mira ke kosannya. Singkat kata terjadilah suatu ‘hubungan’ antara Mira dan Dibyo. Namun, 2 bulan berselang Mira kembali datang ke kosannya Dibyo untuk mengabarkan bahwa Ia ‘telat’. Kontan saja hal itu membuat Dibyo syok bukan kepalang. Sudah pengangguran dapat berita seperti itu pula. Dan yang lebih gawatnya lagi ternyata Mira masih berstatus istri orang, dan Dibyo diminta untuk meminta izin kepada sang suami yang masih berstatus pisah ranjang itu.


 


Tanpa berpikir panjang Dibyo mengiyakan dan berani saja menerima tantangan itu. Namun ternyata yang dihadapinya itu adalah Lamhot, sang preman terkenal asal Batak. Pada saat pertemuan pertama melihat Lamhot sedang memukuli orang dengan lampu neon. Hal tersebut sontak saja membuat ciut nyali Dibyo dan memutuskan kembali ke kosannya.


 


Namun beberapa hari berselang, Ia pun minta ditemani Jon untuk menghampiri Lamhot. Tapi, ketika Ia sampai ditempat Lamhot berada, mereka sedang diserang oleh genk lain. Dibyo pun berpura-pura memukuli orang di depan Lamhot (padahal yang dipukuli itu si Jon). Ketika polisi datang Ia dan Lamhot lari berdua dan bersembunyi. Disitu Ia berkenalan, dan mengaku sebagai orang batak juga bernama JOHN SIDABUTAR. Sidabutar dari P. Samosir begitu bual Dibyo pada si Lamhot. Namun ternyata dengan bualan tersebut membuat Dibyo semakin terlibat dengan masalah yang begitu pelik dalam hidupnya. Ia yang tadinya hanya ingin meminta izin dari Lamhot malah diaku menjadi adik angkatnya dan diajak tinggal bersama dirumahnya. Tidak hanya itu saja, ternyata Lamhot memiliki adik bernama Butet (Shanty). Shanty yang tertarik dengan ketampanan John alias Dibyo itu pun tergoda. Tanpa Dibyo sadari Ia terlibat ke masalah berikutnya, ketika sedang dipijit oleh Butet ia malah melanjutkan ke ‘hubungan’ yang lebih. Dan, paginya Ia kedapatan Lamhot sedang berdua dengan Butet, dan Ia pun diminta untuk bertanggung jawab atau akan menyesal.


 


Totally, film ini sangat-sangat menghibur dan begitu banyak diselingi oleh lagu khas daerah Batak sana. Dan tak jarang pula membuat Saya mengerenyitkan dahi karena tak mengerti beberapa bahasa batak yang sering diucapkan Lamhot, Butet dan anak buah Lamhot yang dikomandoi oleh Marudut Sitanggang. Konflik-konflik yang dialami Dibyo seperti tiada henti mengalir, dan semua karena memang Ia begitu senang membual dan Ia pun harus menerima akibat dari ulahnya tersebut. Film ini juga patut diacungi jempol untuk Dibyo, yang awalnya dinilai pengecut namun akhirnya berani bertanggung jawab atas ulahnya tersebut demi cinta tulusnya pada Mira. Dan peran Jon sebagai sahabat Dibyo juga cukup penting, karena Ia selalu ada dikala Dibyo butuh. (WR)



Movie information

GENRE : Drama Komedi
PEMAIN : Ringgo Agus Rahman, Mulan Kwok, Shanty, Eddie Karsito, M. Miftahur Rizky, T. Rifnu Wikana
SUTRADARA : Monty Tiwa
PENULIS NASKAH : Monty Tiwa
PRODUSER : Novi Christina, Rudi Soedjarwo, Leo Sutanto, Elly Yanti Noor
DISTRIBUTOR : SinemArt Pictures
DURASI : -
KLASIFIKASI PENONTON : Dewasa (18+)
TANGGAL RILIS : 21 Juni 2007

source : http://ruangfilm.com


dinahaqiesa wrote on Jun 23, '07
uh jadi pengen nonton
winduradityo wrote on Jun 23, '07
@dina --> hehehehehe ... iYa tuh asli kocak abis ... tapi, sayang juga sih nggak beghitu ngerti bahasa bataknya ... harusnya ada yg nerjemahin ya :D
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help