^Windu's posts with tag: world cup 2006

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag world cup 2006
Blog Entry[Case-Closed] Materazzi vs ZidaneJul 20, '06 10:02 PM
for everyone
Akhirnya drama final Piala Dunia 2006 berakhir sudah. Kedua pemain tersebut sudah mendapatkan hukuman. Zinedine Zidane didenda 3.260 poundsterling dan skorsing 3 partai (berhubung Zidane sudah pensiun maka Ia diwajibkan kerja sosial selama 3 hari bersama anak-anak dan para pelajar) sedangkan Marco "Matrix" Materazzi didenda 2.170 poundsterling dan skorsing 2 partai.

Sesuai keterangan Zidane, perkataan Materazzi lebih ke arah fitnah terhadap keluarganya dan TIDAK BERSIFAT RASIS. Dan juga gelar pemain terbaik (Golden Ball) Zidane tidak akan dicopot.




Blog EntryWawancara Zidane di Stasiun TV Canal + Jul 12, '06 9:30 PM
for everyone
Sesuai yang Saya tulis kemarin, kalau Saya selalu berusaha bersikap objektif dalam menanggapi suatu hal. Maka disini Saya akan lampirkan hasil wawancara Zidane tadi malam. Diluar Saya mendukung Italy, memang sangat disayangkan sikap Materazzi dengan provokasinya. Saya berani berbicara karena Zidane sudah mengeluarkan statementnya. Tapi, sekali lagi TIDAK semua orang di ITALY seperti MATERAZZI. Dan, itu personality dari MATERAZZI bukan semua pemain ITALY.

Buat Saya tetap tindakan itu tidak dibenarkan "dalam kacamata pertandingan Piala Dunia" yang disaksikan jutaan pasang mata, anak kecil sampai dewasa diseluruh dunia. Mungkin kata-kata teman Saya ada benarnya, mendingan Zidane seusai pertandingan nyegat Materazzi dan minta penjelasan atas kata-katanya. Atau mungkin Zidane ingin "menghukum" Materazzi dengan mengorbankan perjuangan timnya dilapangan dan harapan seluruh negaranya bahkan pertandingan terakhir dalam karir sepakbolanya.

Mungkin benar ini bukan soal rasis apalagi sampai melebar ke agama. Zidane mengakui ini semua tentang ibu dan adiknya. Jadi, untuk yang kemarin-kemarin membahas masalah agama please kesampingkan itu semua. Makanya Zidane marah karena ini orang terdekatnya. Tapi, sekali lagi setiap orang berbeda dalam bereaksi. Kalau masih bertanya kepada Saya "seandainya" tentu hasilnya akan berbeda. Saya bukan Zidane, dan kalaupun Saya Zidane pastinya Saya memiliki Zidane versi Saya yang mungkin tetap berusaha bermain hingga usai kemudian akan curhat dan marah-marah di MP


Berikut wawancaranya :

Here is a translation of what he told the TV channel Canal Plus about the Materazzi incident.


Interviewer: You know the Italian players well because you played in Italy for five years. Did you have any problem with any of them beforehand?

Zinedine Zidane: Not at all. You always have friction with certain players...that is the game, it has always been like that. But I never had any clashes with anyone.

Interviewer: Nor Materazzi?

Zinedine Zidane: No, never. There was nothing beforehand and nothing in the match until he started pulling my jersey.

He grabbed my shirt and I told him to stop. I told him if he wanted I'd swap it with him at the end of the match.

That is when he said some very hard words, which were harder than gestures. He repeated them several times. It all happened very quickly and he spoke about things which hurt me deep down.

Interviewer: Everyone wants to know exactly what he said...

Zinedine Zidane: They were very serious things, very personal things.

Interviewer: About your mother and your sister?

Zinedine Zidane: Yes. They were very hard words. You hear them once and you try to move away.

But then you hear them twice, and then a third time... I am a man and some words are harder to hear than actions. I would rather have taken a blow to the face than hear that.

Interviewer: He said these things about your mother and sister two or three times?

Zinedine Zidane: Yes. I reacted and of course it is not a gesture you should do. I must say that strongly.

It was seen by two or three billion people watching on television and millions and millions of children.

It was an inexcusable gesture and to them, and the people in education whose job it is to show children what they should and shouldn't do, I want to apologise.

Interviewer: You apologise to them but do you really regret having done it?

Zinedine Zidane: I can't regret it because if I do it would be like admitting that he was right to say all that. And above all, it was not right.

We always talk about the reaction, and inevitably it must be punished. But if there is no provocation, there is no reaction.

First of all you have to say there is provocation, and the guilty one is the one who does the provoking. The response is to always punish the reaction, but if I react, something has happened.

Do you imagine that in a World Cup final like that, with just 10 minutes to go to the end of my career, I am going to do something like that because it gives me pleasure?

Interviewer: No of course not. But at the moment you exploded...

Zinedine Zidane: There was provocation, and it was very serious, that is all. My action was inexcusable but you have to punish the real culprit, and the real culprit is the one who provoked it. Voila.



sumber berita dan gambar :


http://news.bbc.co.uk



Sorry ... ini hanya pendapat teman Saya dari Italy yang kebetulan sedang kuliah disana.

ciao tutti.........

selamat ya tuk semua yang mendukung Italia...telat banget nich ucapannya, abisss ga sempat melulu....kebanyaka pesta.

oh iya sekedar informasi kalau malam final dan hari penyambutan pemain Italia yang menang dalam PD....keren banget deh....segala hal dilakukan semua orang italia, jadi "gila"...

soal kemenangan Italia kayaknya semua orang setuju kalau Tim itu layak Menang karena tetap konsisten dalam tekanan internasional atas skandal interent sepakbola mereka (atau karena ada masalah maka mereka jadi bersatu dan main mati2an, boleh jadi.....?)

soal Zidane.....kayaknya dia "silap", biasalah di tengah frustasi apapun bisa terjadi.......sangat kelihatan sesudah kejadian Zidane (sebelum wasit memberinya kartu merah) dia sudah menyesal sekali dan mungkn bingung dengan apa yang baru dia lakukan... soal provokasi dari Materazzi saya liat tidak bisa di gunakan untuk membenarkan Tindakan Zidane! (saat itu)....

Memang orang italia sejak anak-anak sampai tua, dari orang biasa atau pejabat bahkan presiden atau siapapun tidak pernah lepas dari "cakap kotor" di depan publik atau di manapun....seperti anak pelacur (bastardi, figlio di putana...), teroris, dst....(tar aku ikut-ikutan...) adalah kata-kata biasa. Zidane udah pernah main di italia, dia udah ngerti dengan kata-kata itu....tetapi kenapa seorang Zidane melakukannya?

yang saya lihat itulah aslinya Zidane....dan itulah aslinya Materazzi...lalu kenapa kita ribut????(kenapa kita yang kebakaran jenggot....) seolah-olah kita lebih dari seorang Zidane atau seorang materazzi....pernyataan saya hanya mengambarkan bahwa kita boleh memberi pandangan dengan bebas tapi kita bukan orang yang lebih tahu dan memberi penghakiman sesuai dengan maunnya kita.....kalau Zidane begitu, emang kenapa? gak terima? wah.....lucu kan artinya kita sudah masuk dalam logika publik dan "soor" (kesukaan) kita....apakah Italia ga pantas dan mengurangi nilai kemenangannya karena Materazzi melakukan itu??? wah....apa hubungannya....biarlah sejarah mencatat.....italia menang dan ada jalan ceritanya...soal kita suka atau tidak dengan jalan cerita itu ya terserah kita......Zidane akan tetap hebat walau melakukan itu.....kalau dia tidak melakukan itu, itu bukan Zidane....biarlah orang menjadi dirinya.....
(apakah pemain prancis tidak ada yang memprovokatori pemain italia?)

mungkin skandal bola italia yang sebenarnya aku lebih tertarik dengan mengatakan "sistem sepakbola italia" sedang di cemooh oleh semua orang menjadi pemicu bagi pemain italia untuk menunjukkan bahwa mereka eksis dan tidak seburuk yang orang pikirkan.........yang menyalahi aturan itu adalah sistem..............bukan pemain. karena terbukti pemain tidak terpengaruh artinya Italia Juara, dan bisa kita lihat kalau pemainnya main di LIGA ITALIA (bukan luar negeri mereka) di tambah berapa banyak pemain yang disumbangkan Klub-klub italia di PD.....dengan ini juga mengacu bahwa klub-klub di italia juga masih eksis...

Auguri a voi tutti.........


TOMY


Blog Entryan opinion about Zidane and Italy victoryJul 10, '06 10:15 PM
for everyone

Gatel juga tangan gue untuk mengomentari beberapa pernyataan-pernyataan tentang kemenangan Italy. Baik yang berupa omongan ataupun di blogs. Dan, gue juga bingung mau mulai darimana.

Zidane, memang dia adalah pemain terbaik dunia. Dia adalah panutan bagi para pecinta sepakbola dan semua insan sepakbola diseluruh dunia. Dia adalah icon persepakbolaan Prancis. Dialah yang membawa Prancis ke tahta tertinggi dunia pada tahun 1998 dan juga Eropa di tahun 2000.

Jujur. FYI, pada saat gue nonton bareng sama anak-anak di Pusat Kebudayaan
Italy pas final kemaren temen gue,Rini, nebak kalo Materazzi akan nyetak gol. Dan gue nebak Zidane akan kartu merah *konyol memang* but, feeling gue emang mengatakan seperti itu. Pada saat Materazzi gol-in semua temen-temen gue memberi selamat ke Rini atas tebakannya itu. Awalnya dia nggak tahu yang namanya Materazzi. Dia cuma bilang yang jangkung, banyak tatto.

Mungkin benar kita semua nggak akan tahu kalau tidak ada tayangan ulang itu. Dan, memang dalam permainan tingkat tinggi seperti itu semua bisa saja terjadi. Dan, Zidane melakukan satu kesalahan. Dia menanduk dada Materazzi, dan perbuatan seperti itu sangat tidak sportif.
DAN TIDAK DAPAT DIBENARKAN !!!

Gue menghormati Zidane, tapi bukan sekali ini Zidane seperti itu. Dia juga punya rapor buruk dengan kartu merah. Sebagai catatan ZIDANE juga pernah melakukan tindakan serupa pada tahun 2001, saat membela Juventus. Dan, Zidanepun harus dihukum 5 pertandingan. Lalu pada Piala Dunia 1998 saat dia tidak sengaja menginjak dada pemain Arab Saudi dan dihukum 2 pertandingan.

Mau menyalahkan Materazzi atas tindakannya. Entah ada yang bilang karena dia megang-megang 'tete' Zidane seperti yang gue baca disini . Atau yang gue baca di koran pagi ini, Materazzi mengatai Zidane teroris.
GO FOR IT.... Salahkan Materazzi. TAPI, JANGAN PERNAH MENYALAHKAN ITALY ! Please, sepakbola bukan permainan individu. Italy tak hanya Materazzi dan Prancis tak hanya Zidane (kalo yang ini gue ragu, soalnya pelatih Prancispun sampai mengatakan setidaknya kalau ada Zidane saat penalti dia yang ngambil) trus kalaupun dia gol-in sementara penendang lainnya ada yang gagal. Sama aja kan? So, terus aja mencari pembenaran !

Italy sudah berjuang meraih gelar itu dengan susah payah. Mereka tertatih-tatih karena Zambrotta cedera diawal-awal partai Piala Dunia, Nesta cedera saat melawan Rep. Ceska dan tidak bisa bermain hingga final, pelanggaran Materazzi yang tidak sepantasnya mendapat kartu merah saat melawan Australia dan terakhir mesti bersusah payah hingga extra-time babak ke-2 saat melawan tuan rumah Jerman dan tekanan suporter tuan rumah.

Jadi, gue disini cuma memberikan pandangan gue terhadap itu. Gue selalu menghormati Zidane dengan permainan indahnya, prestasinya baik ditingkat klub maupun tim nasional. Sebagai pemain bertingkat tinggi. But, sekali lagi sepakbola itu permainan tim.
Italy memberi contoh yang baik buat Prancis. Dimana mereka mesti kehilangan Nesta yang merupakan palang pintu tangguh Italy.

Perjuangan Italypun patut mendapat acungan jempol. Buffon selalu berusaha dengan segala upaya untuk mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Cannavaro selalu ada disetiap sudut lapangan untuk menjaga daerah pertahanan
Italy. Pirlo tak kenal lelah menjelajah seluruh sisi lapangan untuk mencari celah dipertahanan lawan. Dan, semua yang berjuang mati-matian untuk gelar yang terakhir mereka raih tahun 1982.

Sungguh kekanak-kanakan mengklaim
Italy tak pantas juara hanya gara-gara Zidane kartu merah.


gambar :
http://fifaworldcup.yahoo.com



Photo AlbumFinal World Cup Drama (7 photos)Jul 10, '06 4:24 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dengan foto-foto kita tak perlu menulis apa-apa...
karena semua telah terekam disini....


photo :
http://soccernet.espn.go.com

Blog EntryPiala itu kembali setelah 24 tahun !Jul 9, '06 11:17 PM
for everyone
Ya! Piala itu akhirnya kembali direngkuh oleh Italy dan menambah lambang bintang di kostum Italy menjadi 4( ) bintang. *hanya selisih satu dengan Brazil*. 24 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk tim sebesar Italy. Dan itu terjadi tahun 1982 disaat gue masih berusia sekian bulan

Perjuangan Italy malam tadi cukup berat, setelah dikejutkan oleh penalty yang diberikan dimenit ke-6. Setelah Malouda terjatuh dikotak penalty (dan ditayangan ulang jelas-jelas Malouda terjatuh karena kakinya keserimpet!) *damn* Zizou-pun dengan sukses mengeksekusi dengan baik, meskipun sempat membentur tiang gawang. 1-0 buat Prancis.

Italypun segera bereaksi, serangan bertubi-tubi dilancarkan ke jantung pertahanan Prancis. Dan hasilnya sebuah set piece manis membuahkan gol untuk Italy. Skor pun berubah menjadi 1-1 hasil dari sundulan Materazzi. Praktis setelah itu tidak ada gol lagi tercipta, meskipun beberapa kali mereka saling memiliki peluang untuk memperbesar skor.

Henry, Malouda dan Ribery berkali-kali membuat Buffon jatuh bangun untuk mempertahankan gawangnya. Hingga suatu ketika terjadi insiden diluar penglihatan kita (bila tak ada siaran ulang) disitu terlihat Zidane menanduk dada Materazzi. Entah apa yang diucapkan Materazzi saat itu hingga membuat Zidane bereaksi kekanak-kanakan dan terpancing emosinya.

Sumpah, suasana dipusat kebudayaan Italy tempat gue nonton tadi pagipun menjadi riuh menyoraki perbuatan Zidane. Apalagi ada beberapa *penyusup* yang dengan pe-de mendukung Prancis ditengah lautan Italy dan 'secara' ini di Pusat Kebudayaan Italy *hello!!!*

Acara disitu lumayan rame, dan gw pun berhasil membawa pulang suvenir berupa topi dan kaos karena berhasil menjawab sebuah pertanyaan. Not bad, nonton gratisan, sama-sama pecinta Italy dan juga dapet hadiah. Dan juga disitu ada Tyo Nugros dan pacarnya ikut meramaikan acara nonton bareng.

Setelah kemenangan Italy melalui drama adu penalty tersebut dan menonton seremonial penyerahan trophy. gue dan temen-temen gue konvoi keliling "sebagian" Jakarta. Mulai Menteng - Kuningan - Pancoran - Tebet - Kuningan - Menteng. Dan kamipun makan nasi goreng untuk mengisi perut. Mobil kami hiasi dengan bendera Italy yang kebetulan dibawa oleh Rudy dan Gobbie. Dan sempat beberapa kali membunyikan klakson.

Setelah mengantar satu per satu teman pulang. Guepun segera mengambil motor, pulang, mandi dan *tada!!!* I'm here at the office again! Meski datang sedikit telat, tetap mendapat ucapan selamat dari beberapa rekan kantor. Karena mereka tahu dari awal gue emang mendukung Italy. Dan beberapa kali mereka meragukan kemampuan Italy gue, dan sekarang terlihat siapa yang tertawa belakangan!

*Hm,,, dah gitu ditagih OB gue buat traktir. Ya udah tadi gue kasih duit aja buat beli goreng-gorengan untuk orang-orang sekantor hihihihihi.

ngantuk niyyyyyyy ....


Blog EntryItaly goes to final World Cup 2006 in BerlinJul 6, '06 9:36 PM
for everyone

Italy akhirnya berhak melaju ke babak final Piala Dunia setelah mengandaskan perlawanan Jerman dengan skor 2-0. Kedua gol Italy dicetak di babak perpanjangan waktu oleh Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero. Strategi Marcelo Lippi yang membiarkan Jerman terus-menerus menggempur Italy selama 90 menit benar-benar beresiko. Akan tetapi, tak ada yang tahu makna dibalik itu semua. Lippi mengeluarkan senjata mautnya di babak perpanjangan waktu dan Jermanpun hanya bisa meratapi hasil akhir tersebut. Ditariknya Klose yang malam itu bermain jauh dari performa terbaiknya, Frings yang mendapatkan kartu merah karena insiden pemukulan saat melawan Argentina dan Schweinsteiger yang entah kenapa baru dimasukkan dibabak kedua juga menjadi sebab kekalahan Jerman.

 

Sebetulnya peluang Jerman tidaklah sedikit, berkali-kali Jerman membahayakan gawang Italy melalui Podolski, Schneider atau Ballack. Akan tetapi, semua selalu mentah ditangan Buffon, diantisipasi duet center back Materazzi – Cannavaro atau melebar dari gawang Italy.

 

Italy pun kini ditantang Perancis yang berhasil mengandaskan perlawanan Portugal di semifinal lainnya. Pertemuan keduanya akan terjadi tanggal 10 Juli nanti pukul 01:30 waktu Indonesia. Mereka akan bertanding di Berlin. Italy kemungkinan akan turun full-team. Dan pertandingan diramalkan akan seru, karena ini adalah pertama kalinya Italy melaju ke babak final setelah terakhir kali mereka merasakan final saat di USA ’94 (saat itu mereka kalah adu penalty dari Brasil) setelah final itu Italy selalu kandas meskipun selalu lolos dari putaran Grup.

 

Satu hal yang cukup menarik adalah fakta bahwa Brasil meraih juara Dunia ketiga mereka di tahun 1970 dan 24 tahun kemudian mereka baru mendapat juara keempat mereka. DAN, Italy terakhir juara atau mendapat juara ketiga mereka tahun 1982. AKANKAH, setelah 24 tahun menanti Italy akan merasakan kenikmatan serupa seperti yang didapatkan Brasil? Kita nantikan jawabannya di Berlin!

 

FORZA ITALY !!!


photo : http://www.figc.it/english/gallery/12_photo_germania_2006.htm



Hm ... banyak banget yang menuding Italy gue beruntung. Bagian yang mananya yg beruntung? Bermain dengan 10 orang karena 1x pelanggaran Materazzi yang berbuah kartu merah? atau sekitar 6-7 peluang didepan mata Italy yang berulangkali terselamatkan oleh Schwarzer atau melebar.

Membahas penalti? Oke ... Grosso mencoba menerobos kotak penalti. Lalu Lucas Neill menjatuhkan diri untuk menghalangi laju Grosso. Meskipun tidak ada kontak fisik yang keras, jelas itu merupakan pelanggaran.

Berikut kutipan ulasan dari channel4.com :

Of course, the main gripe from the men from Down Under comes in relation to the debatable penalty decision. It admittedly wasn’t clear cut, contentious, harsh, but these things happen in football as they do in cricket when it comes to LBW decisions. And you definitely don’t need Hawkeye technology to see Lucas Neill providing Fabio Grosso with a barrier in which to run into. A snick-o-meter may have perhaps been useful to assess whether any contact was actually made, but there was no doubt that Neill was guilty of a dropped catch just before tea.

Fabio Cannavaro said :

"“If anyone was lucky, it was Australia, as they were able to play against 10 men for 40 minutes. Nonetheless, I was sure we would get through. The Australians play a very predictable style of football and, when Andrea Barzagli came on, I told him to enjoy himself. This is the kind of game where a defender has fun.”

Materazzi said :

“I have to say that my situation is a rare one. I’ve committed one foul in the World Cup and picked up one red card.”

Lippi Said :

"When in the 92nd minute, our defender headed into the area and was taken down for a nailed-on penalty, I think it was something fantastic," Lippi said. "And Totti converted it with real skill.

"There were two fouls on him [Grosso]. He didn't go down under the first and he carried on dribbling and then sustained another clear foul.

"Why? Does anyone have any doubts about the penalty?"



Rating pemain :

It proved to be a G’day for Italy in the end. But which Azzurri proved to be Wizards of Oz and who Drongos in the 1-0 win over Australia?
Gigi Buffon: 7.5
FIFA’s Man of the Match, Buffon was always alert and ready on the few occasions he was called upon. Clearly the best goalkeeper of Germany 2006 so far. Commanding.
Gianluca Zambrotta: 6.5
Another game of substance, but the lack of support he receives on the flank is hampering his impact. Let’s hope the booking he picked up for dissent doesn’t prove costly.
Fabio Cannavaro: 8
Unbeatable yet again despite the considerable size difference between himself and Mark Viduka. He anticipated every ball, jumped higher than he should, a man mountain for Italy.
Marco Materazzi: 6
It was all going so well until his wrongful dismissal. Tactically aware, solid with his tackles, his passing was immense. Unfortunately his only mistake, and reputation, cost him dearly.
Fabio Grosso: 6.5
Left his best contribution till the end when he, perhaps cleverly, won his side the debatable penalty. Up until that point, Grosso was again struggling to make his presence felt.
Andrea Pirlo: 6
A shady performance from the playmaker whose passing was erratic at times. He needs to refind his touch from Italy’s first two games.
Gennaro Gattuso: 7
Playing with 10 men is a lot simpler with Gattuso in your side. Another gutsy performance from the Milan man even if he should have done better with that over-hit cross to Del Piero.
Simone Perrotta: 6.5
Italy’s marathon man in midfield, he clocked up some miles and tackles for the Azzurri. Also provided danger offensively at times with some intelligent runs.
Alessandro Del Piero: 5.5
Started brightly on the left, but his game basically ended with Italy’s reduction to 10 men. Was rightly replaced in the second half, who knows if he’ll get another chance?
Luca Toni: 5.5
Perhaps should have saved up some of his Serie A goals for the summer. Had three decent chances, but failed with all of them. Was replaced after Materazzi’s red.
Alberto Gilardino: 6
Rather surprisingly taken off at half-time after another courageous effort. Held up the ball well with his back towards goal and almost rippled the net with a decent opportunity.
Vincenzo Iaquinta: 5
A wasted substitution [and call up?]. Just what Marcello Lippi sees in him remains to be seen. He lacks control, composure and did little to help his team when reduced to 10 men.
Andrea Barzagli: 6.5
Still relatively inexperienced, Barzagli was a credit for the way he handled himself in difficult circumstances. Did everything that was required of him with confidence and calmness.
Francesco Totti: 6.5
Made a limited impact after being thrown on by Lippi, but impressed for his mental strength at the death by smashing home the penalty. Thankfully opted to not chip his spot-kick…
Marcello Lippi: 6
Arguably made the right decision in starting Totti on the bench, but his plans went out of the window with the dismissal. The introduction of Iaquinta was suspect, yet he deserves praise for gambling on Totti as a sub when it would have been easy to pack the midfield and play for penalties.



Blog EntrySpanyol ... Casillas Dech Loe !Jun 27, '06 11:59 PM
for everyone
Selalu .... dan Selalu seperti ini ...
Jadi inget artikel yang pernah gue baca, kalo selamanya Spanyol masih berkotak-kotak di antara pemain-pemainnya susah akan meraih hasil maksimal. Maksudnya ... Beberapa diantara mereka begitu bangga akan daerahnya masing-masing seperti Catalan, Madrid maupun Basque.

Tampil sebagai juara Grup dengan melibas Ukraina 4-2, Tunisia 3-1 dan Arab Saudi 1-0 dan meraih 9 poin. Spanyol malah melempem ditangan juara dunia tahun 1998,Prancis, dengan skor 3-1.

Unggul lebih dulu melalui David Villa 1-0. Setelah itu malah mereka menelan pil pahit karena gawang Casillas diberondong 3 gol dari Ribery, Vieira dan Zidane. Permainan Spanyol yang begitu menguasai pertandingan tidak berarti apa-apa, karena mereka tidak dapat menembus pertahanan Prancis. Sebaliknya, meskipun kalah dalam penguasaan bola setiap serangan yang dibangun Prancis begitu efektif.


Adios Espana ...

FTSpain1 - 3France
 half-time(1 - 1)
 



 referee :spectators :


Roberto Rosetti (Italy)43,000 

 match details :

 27'D. Villa (pen.) [1 - 0]

 41'
[1 - 1]F. Ribery

 68'

P. Vieira

 82'C. Puyol


 83'
[1 - 2]P. Vieira

 87'

F. Ribery

 90'
[1 - 3]Z. Zidane

 90'

Z. Zidane

 statistics :
 shots on target : 2 - 5
 shots off target : 3 - 3
 possession (%) : 61 - 39
 corner kicks : 8 - 5
 offsides : 2 - 8
 fouls : 29 - 23
 yellow cards : 1 - 3
 red cards : 0 - 0



 line-ups :

 [ 4-3-3 ] [ 4-2-3-1 ]

 Iker Casillas Fabien Barthez
 Sergio Ramos Willy Sagnol
 Carlos Puyol Lilian Thuram
 Pablo Ibanez William Gallas
 Mario Andres Pernia Eric Abidal
 Cesc Fabregas Claude Makelele
 Xabi Alonso Patrick Vieira
72' Xavi Hernadez Franck Ribery
54' David Villa Zinedine Zidane
 Fernando Torres 74'Florent Malouda
54' Raul 88'Thierry Henry

 substitutions :

54' Joaquin 74'Sidney Govou
54' Luis Garcia 88'Sylvain Wiltord
72' Marcos Senna 

 coach :

 Luis Aragones Raymond Domenech


score taken from : http://livescore.com


Photo AlbumItaly Squad 2006 (11 photos)Jun 27, '06 12:14 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini adalah beberapa foto pemain-pemain Italy dan juga ada foto fansnya.

Blog EntryRamal-meramal ah ... Final Piala Dunia ...Jun 26, '06 11:36 PM
for everyone
Perdelapan final

Spanyol v Prancis : Sayang sekali duel ini terjadi lebih awal, akan tetapi Spanyol kali ini lebih diunggulkan. Rekor 3 kemenangan tanpa terkalahkan di penyisihan grup dan pemain-pemain muda yang bertalenta tinggi seperti Torres, D.Villa, Joaquin, Cesc Fabregas, dkk. Sebaliknya Prancis malah bisa disebut lolos dengan beruntung, setelah meraih hasil seri 2 kali melawan Swiss dan Kor-Sel akhirnya mereka bisa lolos setelah mengalahkan Togo dengan bersusah payah.

Pemenang : Spanyol

Brasil v Ghana : Satu-satunya wakil Afrika ini langsung bertemu dengan juara tahun 1994, runner-up 1998 dan juara 2002. Sudah jelas Brasil lebih diunggulkan.

Pemenang : Brasil


Perempat final

Jerman v Argentina >>> Sebagai tuan rumah Jerman diunggulkan, duet lini depan mereka Klose - Podolski benar-benar tajam dengan torehan 7 gol (Klose-4, Podolski-3), dan semakin membaiknya permainan Michael Ballack

Inggris v Portugal >>> Kehilangan beberapa pemain kuncinya, Portugal pasti akan kewalahan melawan Inggris yang semakin hari semakin baik penampilannya.

Italy v Ukraina >>> Tim debutan ini sukses melaju hingga perempat final, itu adalah awal yang baik. Tapi, sepertinya mereka tidak akan dapat berbuat banyak dalam melawan Italy.

Brasil v Spanyol >>> Seru ... akan tetapi Brasil jelas lebih diunggulkan


Semifinal

Inggris v Brasil  >>> Inggris berniat membalas dendam atas kejadian 4 tahun silam. Akan tetapi Brasil merupakan tim juara.

Italy v Jerman  >>> Berat sebenernya ... akan tetapi Italy diharapkan dapat bermain dengan sepak bola efektif. Harus bersabar dalam menjaga daerah pertahanan mereka dari serangan-serangan Jerman

Final

Italy v Brasil >>> Ulangan partai tahun 1994 ini pasti akan menjadi menarik. Italy, yang terakhir kali mengangkat piala dunia tahun 1982 itu tentunya ingin membuktikan kalau mereka adalah tim yang sempurna.


*Semua ini hanya ramalan gue aja , koq =)


Tegang ...

Deg-deg'an ...

Senewen ...

Semua perasaan itu campur aduk pada saat Italy melawan Australia tadi malam. Australia yang baru di piala dunia kali ini tampil untuk kedua kalinya diluar dugaan berhasil mengimbangi permainan Italy, bahkan merekapun tak henti-hentinya melakukan serangan ke jantung pertahanan Italy yang pada malam itu di jaga duet Materazzi - Cannavaro karena Alessandro Nesta masih didera cedera.

Berkali-kali Luca Toni dan Gilardino membahayakan gawang Australia yang dikawal oleh Mark Schwarzer, akan tetapi tak ada yang membuahkan hasil. Malahan Italy harus menelan pil pahit dengan dikartu merahnya Marco Materazzi pada menit ke-51. Pencetak gol pembuka pada partai melawan Rep. Ceska itu melakukan tackle yang terlambat kepada Mark Bresciano dan harus meninggalkan lapangan.

Bisa ditebak, permainan berat sebelah. Australia berkali-kali menggempur pertahanan Italy, sedangkan Italy hanya mengandalkan serangan balik dan lebih berkonsentrasi dengan pertahanan mereka. Masuknya Totti menggantikan Del Piero ternyata terbukti efektif. Berkali-kali umpan Totti membahayakan pertahanan Australia. Sampai dipenghujung pertandingan, dikala sudah menyentuh angka 93++ atau tinggal beberapa detik menjelang perpanjangan waktu 2x15 menit sebuah pelanggaran terjadi. Fabio Grosso yang coba menerobos kotak penalty Australia tersangkut kaki Lucas Neill dan wasit Cantalejo dari Spanyolpun menunjuk titik putih.

Peluang gol pun tidak disia-siakan oleh Francesco Totti. Dengan dingin Ia mengeksekusi peluang penalti itu menjadi gol. Dan pertandingan pun berkesudahan dengan 1-0 untuk kemenangan Italy. Dimana kedua tim sudah bermain maksimal, yang menentukan adalah mental para pemain. Dan itulah yang dimiliki Italy meskipun harus bermain dengan 10 orang semenjak menit ke-51.

Tidak adil? Hal itu gue denger dari penuturan para fans Australia tadi pagi. Kekalahan tetaplah kekalahan, bagaimanapun bentuknya. Hm ... setelah kemaren dikecewakan dengan kalahnya Belanda dari Portugal, pagi ini gue bisa sedikit tersenyum dengan lolosnya Italy dan akan ditantang Ukraina yang berhasil menenggelamkan Swiss melalui drama adu penalti.




Blog EntrySTATISTIK Piala DuniaJun 26, '06 5:06 AM
for everyone
Piala Dunia telah menyentuh 52 partai, artinya tinggal tersisa 12 partai lagi

Dari 52 partai yang telah dimainkan telah tercipta 123 gol

atau 2,37 gol / partai

Kartu merah : 19

Kartu Kuning : 291


TOP SKOR :

4 gol - Klose (Jerman)

3 gol - Podolski (Jerman), Torres (Spanyol), Crespo, Maxi Rodriguez (Argentina)


KARTU KUNING :

3 yellow card : Andre (ANgola), Bouhlarouz, Van Bronchorst(Belanda), Costinha,Deco (Portugal), Emerton (Australia), Lucic(Swedia), Nadj (Serbia-Montenegro)


KARTU MERAH :

Red Card : Abalo(Togo), Andre(Angola), Bouhlarouz, Van Bronchorst (Belanda), De Rossi(Italy), Deco,Costinha(Portugal), Domoraud(Pantai Gading),Emerton(Australia),Jaziri(Tunisia), John (trinidad&tobago),Kezman, Nadj(Serbia-Montenegro),Lucic(Swedia),Mastroeni,Pope(USA), Perez(Mexico),Polak,Ujfalusi(Rep.Ceska),Simic,Simunic(Kroasia),
Sobolewski(Polandia),Vaschuk(Ukraina)



Blog Entry[Hell-Match]BELANDA v PORTUGALJun 25, '06 9:38 PM
for everyone
BT ! Ya, itu yang gue alami saat ini gara-gara unggulan kedua gue after Italy mesti pulang kampung lebih awal setelah dikalahkan Portugal dengan skor tipis 1-0. Kedua tim bermain imbang, atau kalau boleh dibilang Belanda gue bermain lebih baik dibanding Portugal yang cuma mengandalkan serangan balik. TAPI, satu kesalahan yang Anda perbuat dalam sebuah pertandingan hidup-mati atau babak knock-out seperti ini maka hasilnya akan fatal. Ini terbukti di partai tadi malam.

Belanda yang sepanjang pertandingan mengurung pertahanan Portugal sama sekali tidak dapat mencetak satu golpun. Keanehan terjadi karena Kuijt dipercaya untuk menjadi trio penyerang bersama Robben dan Van Persie. Sedangkan Nistelrooij hanya menjadi penonton dibangku cadangan. Malapetaka hadir saat pertandingan memasuki menit ke -24 dimana Maniche yang mendapatkan ruang tembak berhasil memperdayai kiper Belanda, Edwin Van Der Sar, dengan tendangannya.

Setelah itu yang ada dipikiran anak-anak Portugal hanyalah bertahan dan bertahan. Sebetulnya keuntungan sedikit memberi secercah sinar kemenangan untuk Belanda karena Costinha mendapat kartu kuning keduanya a.k.a kartu merah di menit ke-45. Akan tetapi, keunggulan jumlah pemain tidak dapat dimaksimalkan oleh para pemain Belanda. Peluang emas yang diperoleh Phillip Cocu hanya bisa menerpa mistar gawang setelah sebelumnya lolos dari jebakan offside.

Belanda malah mesti merelakan Khalid Bouhlarouz mendapat kartu kuning ke-2nya juga dan kartu merah kedua dalam pertandingan ini dimenit ke-63. Belanda tidak menghentikan serangan, berkali-kali mereka mencoba membahayakan gawang Portugal. Tapi, permainan anak-anak Portugal mempertahankan keunggulan malah membuat mereka semakin GANAS dan kartu merah kembali diberikan oleh Valentin Ivanov (Russia) yang memimpin partai panas tersebut kepada Deco dimenit ke-78. Unggul jumlah pemain 10 lawan 9, Marco Van Basten (pelatih Belanda) memasukkan Jan Venegor of Hesselink untuk menambah serangan, lagi-lagi peluang Kuijt yang sudah one-on-one dengan penjaga gawang masih belum membuahkan hasil. Akhirnya dipenghujung pertandingan Belanda harus menerima kekalahan atas NEGATIVE FOOTBALL ala PORTUGAL yang sukses diperagakan anak-anak LUIZ FELIPE SCOLARI. Harusnya Belanda menerapkan prinsip gue," Buat apa main indah kalau ujung-ujungnya kalah." Bye-bye Holland, perjuangan kalian sudah cukup maksimal. Tak ada yang patut disesali. VIVA ORANJE !

 FTPortugal1 - 0Holland
 half-time(1 - 0)
 



 referee :spectators :


Valentin Ivanov (Russia)41,000 

 match details :

 2'

M.v. Bommel

 7'

K. Boulahrouz

 20'Maniche


 23'Maniche [1 - 0]

 31'Costinha


 45'Costinha


 50'Petit


 59'

G.v. Bronckhorst

 60'L. Figo


 63'

K. Boulahrouz

 73'Deco
W. Sneijder

 74'

R.v.d. Vaart

 76'N. Valente


 76'Ricardo


 78'Deco


 90'

G.v. Bronckhorst

 statistics :
 shots on target : 5 - 7
 shots off target : 4 - 12
 possession (%) : 39 - 61
 corner kicks : 3 - 5
 offsides : 4 - 2
 fouls : 10 - 15
 yellow cards : 9 - 7
 red cards : 2 - 2



 line-ups :

 [ 4-3-3 ] [ 4-3-3 ]

 Ricardo Edwin Van der Sar
 Miguel Monteiro Khalid Boulahrouz
 Ricardo Carvalho Andre Ooijer
 Fernando Meira 56'Joris Mathijsen
 Nuno Valente Giovanni v. Bronckhorst
 Costinha 67'Mark van Bommel
 Deco Wesley Sneijder
 Maniche 85'Philippe Cocu
84' Luis Figo Robin van Persie
46' Pedro Pauleta Dirk Kuijt
34' Cristiano Ronaldo Arjen Robben

 substitutions :

34' Sabrosa Simao 56'Rafael van der Vaart
46' Petit 67'Johnny Heitinga
84' Tiago 85'Jan Vennegoor of Hesselink

 coach :

 Luiz Felipe Scolari Marco van Basten



Photo AlbumBeckham (anu-nya) Gatal-gatal (6 photos)Jun 23, '06 2:33 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Wah, paparazzi dapet aja ya Beckham lagi ... *tittttttttt* sensored ,,,
ada-ada aja ... ga bisa didalem kamar ya garuk-garuknya
apa sengaja biar masuk koran ...
heheheheeheehe

Yah, BECKHAM juga manusia ... bisa gatel ... (^_^)v

Berikut ini Gue tampilkan tim - tim yang sudah lolos ke babak 16 besar :

Grup A

Jerman : Sebagai tuan rumah dan unggulan, Jerman membuktikan kemampuan mereka dengan menggulung semua lawan-lawannya yang tergolong mudah di grup ini. Miroslav Klose dkk berhasil meraih poin sempurna 9 hasil 3 kali menang dan belum pernah kalah. Dan Jermanpun menempatkan Klose sebagai top skorer sementara dengan torehan 4 gol.

Ekuador : Hadir sebagai tim underdog, dan kurang diunggulkan. Ekuador malah berhasil menemani Jerman untuk melaju kebabak 16 besar. Di dua partai awal mereka berhasil menggebuk Polandia 2-0 dan Kosta Rika 3-0. Satu-satunya kekalahan mereka diderita dari pimpinan Grup A, Jerman, dengan skor telak 3-0. Tapi, itu tidak berpengaruh karena mereka sudah lolos.


Grup B

Inggris : Inggris sesuai dugaan dapat lolos sebagai juara Grup, meski awalnya sempat diragukan karena hanya menang tipis 1-0 melawan Paraguay dan 2-0 melawan Trinidad&Tobago. Dari kedua partai itu Inggris mesti bersusah payah untuk meraih kemenangan. Dan, dipartai terakhir melawan Swedia Inggris hanya mendapat hasil imbang 2-2. Setelah sempat unggul 1-0 dibabak pertama dan 2-1 dibabak kedua.

Swedia : Swedia akhirnya dapat lolos ke babak ke-2. Meskipun hanya meraih poin 5 hasil 1 kali menang (lawan Paraguay) dan 2 kali seri (Trinidad&Tobago , Inggris). Larsson dkk cukup kesulitan di Piala Dunia kali ini.


Grup C

Argentina : Tim Tango berhasil memimpin grup C di atas Belanda. Setelah dengan susah payah menundukkan Pantai Gading, diluar dugaan mereka bisa membantai Serbia-Montenegro dengan skor telak 6-0 ! Dan dipartai terakhir yang kurang menentukan mereka hanya bermain seri 0:0 melawan Belanda. Meskipun begitu banyak peluang yang mereka peroleh.


Belanda : Tim besutan Marco Van Basten ini berhasil mendampingi Argentina untuk tampil di babak 16 besar. Dipartai pembuka mereka harus berterima kasih kepada Arjen Robben sebagai pencetak gol tunggal dan pada partai melawan Pantai Gading merekapun hanya menang tipis 2-1 melaui gol-gol  Van Nistelrooij dan Van Persie.


Grup D

Portugal : Portugal diluar dugaan berhasil menduduki posisi puncak mengangkangi Mexico yang notabene langganan piala dunia. Anak asuh Luis Felipe Scolari ini berhasil meraih hasil sempurna dengan torehan 9 poin hasil menang 1-0 melawan Angola, 2-0 melawan Iran dan terakhir 2-1 melawan Mexico